10 Negara dengan Spam Call Tertinggi, Indonesia?

Oleh Hidayat Taufik pada 18 Oct 2026, 11:15 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan proporsi panggilan spam tertinggi di Asia Pasifik. Laporan perusahaan keamanan komunikasi Hiya mencatat, 89% panggilan dari nomor yang tidak tersimpan di kontak pengguna di Indonesia terindikasi sebagai spam atau berpotensi mengarah pada penipuan.

Temuan itu dipublikasikan dalam laporan Global Call Threat Report Q1 2025, yang menganalisis pola panggilan tidak diinginkan di lebih dari 40 negara selama Januari hingga Maret 2025.

Dengan persentase mencapai 89%, Indonesia berada jauh di atas Hong Kong yang menempati posisi kedua dengan 70%. Filipina berada di urutan ketiga sebesar 55%, disusul Singapura dengan 34%.

Malaysia dan Australia masing-masing mencatat 31% dan 30%. Sementara itu, Turki dan Thailand sama-sama membukukan 19%, India mencapai 16%, dan Selandia Baru berada di posisi terakhir dengan 7%.

Hiya mengategorikan spam call sebagai panggilan yang tidak diharapkan penerima, mulai dari upaya penipuan hingga telemarketing yang mengganggu dan tidak diminta.

Perlu dicatat, persentase tersebut hanya dihitung dari panggilan yang berasal dari nomor di luar daftar kontak pengguna. Artinya, angka 89% bukan berarti seluruh panggilan telepon yang diterima masyarakat Indonesia merupakan spam.

Berikut daftar 10 negara dengan persentase panggilan dari nomor tidak dikenal yang terindikasi spam berdasarkan laporan Hiya pada kuartal pertama 2025:

1. Indonesia: 89%

2. Hong Kong: 70%

3. Filipina: 55%

4. Singapura: 34%

5. Malaysia: 31%

6. Australia: 30%

7. Turki: 19%

8. Thailand: 19%

9. India: 16%

10. Selandia Baru: 7%

Indonesia Terima 16 Panggilan Spam Setiap Bulan

Selain mengukur persentase panggilan spam, Hiya turut menghitung rata-rata jumlah panggilan tidak diinginkan yang diterima setiap orang dalam sebulan. Indonesia menempati peringkat kedua di Asia Pasifik dengan rata-rata 16 panggilan spam per bulan.

Hong Kong berada di posisi teratas dengan rata-rata 21 panggilan per orang setiap bulan. India dan Filipina masing-masing mencatat 11 panggilan dalam periode yang sama.

Australia dan Turki membukukan rata-rata lima panggilan per bulan. Malaysia dan Thailand masing-masing mencatat empat panggilan, sedangkan Singapura memiliki rata-rata tiga panggilan dan Selandia Baru hanya satu panggilan per bulan.

Pada skala global, Brasil menjadi negara dengan frekuensi panggilan spam tertinggi, yakni rata-rata 28 panggilan per orang setiap bulan.

Jumlah Panggilan Spam Dunia Tembus 12,5 Miliar

Ancaman panggilan spam juga mengalami peningkatan secara global. Sepanjang kuartal pertama 2025, Hiya mengidentifikasi 12,5 miliar panggilan di seluruh dunia sebagai dugaan spam, meningkat dari 11,3 miliar panggilan pada kuartal keempat 2024.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 137 juta panggilan yang terindikasi spam setiap hari selama periode pelaporan.

Dari seluruh panggilan yang dianalisis secara global, sebanyak 24% masuk kategori panggilan mengganggu dan 9% dikategorikan sebagai panggilan penipuan. Adapun 67% sisanya tergolong dalam kategori panggilan lainnya.

Teknologi AI Ikut Mewarnai Modus Penipuan

Hiya juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam praktik penipuan melalui telepon.

Dalam analisis terpisah terhadap 8.455 panggilan dengan rekaman suara yang memadai, sebanyak 25% terdeteksi mengandung audio yang dihasilkan AI.

Dari panggilan berbasis AI yang dianalisis lebih lanjut, 55% teridentifikasi sebagai penipuan. Teknologi ini dapat digunakan untuk meniru suara seseorang, membuat percakapan terdengar lebih meyakinkan, hingga membantu pelaku menjalankan berbagai skema penipuan melalui telepon.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman panggilan spam terus berkembang. Selain panggilan pemasaran yang tidak diinginkan, masyarakat juga perlu mewaspadai penipuan yang memanfaatkan teknologi AI untuk menyamarkan identitas dan meyakinkan calon korban.