JAKARTA, Cobisnis.com - Dilaporkan oleh Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat Jenderal Randy George telah memperingatkan bahwa persediaan rudal pertahanan AS berada pada tingkat kritis dan diperkirakan baru dapat pulih pada 2030, beberapa bulan sebelum pecahnya perang AS-Israel melawan Iran.
Menurut laporan CBS News beberapa hari lalu, George menyampaikan peringatan tersebut pada akhir Desember, sekitar dua bulan sebelum perang dimulai, berdasarkan keterangan sejumlah pejabat AS yang mengetahui hasil penilaiannya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kemudian mencopot George dari jabatannya pada April, ketika perang masih berlangsung.
Dikutip dari anadolu, dalam penilaiannya yang menjadi bagian dari perencanaan alokasi kekuatan Pentagon untuk tahun fiskal 2027, George mengidentifikasi kekurangan rudal pencegat untuk sistem pertahanan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan rudal Patriot.
Persediaan kedua jenis rudal tersebut diperkirakan akan tetap berada pada tingkat yang rendah secara strategis hingga 2030.
Menurut para pejabat yang dikutip dalam laporan itu, kekurangan persediaan tersebut disebabkan oleh pengiriman persenjataan ke Ukraina, dukungan militer AS kepada Israel, serta terbatasnya kapasitas produksi industri pertahanan.
Perang melawan Iran semakin memperburuk kondisi persediaan rudal AS, menurut laporan tersebut.
Berdasarkan perkiraan Center for Strategic and International Studies (CSIS), militer AS memiliki sekitar 2.300 rudal pencegat Patriot pada awal 2026 dan telah menggunakan antara 1.050 hingga 1.430 rudal selama konflik berlangsung.
Sementara itu, persediaan rudal pencegat THAAD AS sebelum perang diperkirakan mencapai 355 unit, dengan sekitar 190 hingga 290 unit telah digunakan selama konflik.
Mark Cancian, pensiunan kolonel Korps Marinir AS sekaligus penasihat senior CSIS, mengatakan kepada CBS News bahwa kedua sistem pertahanan tersebut akan sangat penting jika terjadi konflik militer dengan China.
"Pertahanan udara, khususnya pertahanan rudal, akan memainkan peran yang sangat besar," kata Cancian.
Dia menjelaskan bahwa konfrontasi militer besar dengan Beijing akan membutuhkan persediaan rudal pencegat dalam jumlah besar.
Namun, pengisian kembali persediaan rudal pertahanan AS membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Menurut perkiraan CSIS, pemenuhan kontrak baru pengadaan rudal pencegat THAAD membutuhkan waktu lebih dari empat tahun, sedangkan pesanan rudal Patriot PAC-3 memerlukan waktu rata-rata tiga setengah tahun.
Meski demikian, Pentagon membantah laporan mengenai kekurangan persediaan persenjataan tersebut.
Juru bicara utama Pentagon Sean Parnell mengatakan kepada CBS News bahwa klaim mengenai kekurangan amunisi AS tidak benar.
"Klaim mengenai kekurangan amunisi AS adalah tidak benar," kata Parnell.
Dia menegaskan bahwa Washington masih memiliki segala sesuatu yang diperlukan untuk melancarkan serangan pada waktu dan tempat yang dipilih oleh presiden.