JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengumpulkan bantuan makanan siap saji berupa rendang untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Hingga Rabu (19/8/2026), bantuan yang terkumpul mencapai sekitar 1,4 ton.
Rendang dipilih karena dapat langsung dikonsumsi oleh pengungsi. Bantuan ini dinilai praktis karena sebagian pengungsi belum memiliki akses terhadap peralatan memasak.
Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Erasukma Munaf mengatakan pengumpulan rendang dilakukan sejak gempa mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026.
"Rendang ini kan langsung siap saji untuk makan. Masyarakat yang berada di pengungsian bisa langsung mengonsumsi tanpa perlu memasak, karena kondisi sekarang mereka belum punya alat dapur," ujar Erasukma, dikutip dari beberapa sumber, Rabu (19/8/2026).
Pemprov Sumbar sebelumnya menargetkan pengumpulan 1,5 ton rendang dari organisasi perangkat daerah dan aparatur sipil negara. Selain itu, lembaga adat seperti LKAAM dan Bundo Kanduang menargetkan tambahan bantuan hingga 5 ton.
Rendang yang dikumpulkan terdiri dari beberapa varian, termasuk rendang daging sapi dan rendang ayam. BPBD Sumbar juga membuka kesempatan bagi masyarakat, BUMD, BUMN, dan lembaga nonpemerintah untuk ikut menyalurkan bantuan.
Bantuan rendang tersebut diproyeksikan dikirim ke NTT sekitar 26 Agustus 2026. Pengiriman dilakukan setelah seluruh proses pengepakan selesai.
Penyerahan bantuan secara simbolis akan dilakukan oleh Gubernur Sumbar di daerah sasaran. Penyaluran di lapangan nantinya dikoordinasikan dengan pihak terkait di NTT agar bantuan sampai ke titik pengungsian yang mengalami kerusakan paling parah.
Selain bantuan makanan, Pemprov Sumbar juga menyiapkan dukungan anggaran melalui belanja tidak terduga sebesar Rp500 juta. Anggaran tersebut disiapkan sebagai bagian dari dukungan penanganan dampak gempa di NTT.
Pemprov Sumbar juga menyiagakan relawan untuk membantu penanganan bencana. Pengiriman personel masih menunggu perkembangan kondisi di lapangan karena penanganan saat ini lebih banyak berfokus pada pembersihan reruntuhan bangunan.