JAKARTA, Cobisnis.com - Menurut sumber medis dan lokal, dua warga Palestina terluka dalam serangan udara Israel yang menyasar sebuah apartemen di kawasan permukiman Kota Gaza pada Jumat dini hari.
Dilansir dari Anadolu, serangan tersebut terjadi ketika militer Israel terus melancarkan serangan di Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 masih berlangsung. Serangan-serangan itu disebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Menurut sumber tersebut, sebuah helikopter militer Israel menembakkan sedikitnya satu rudal ke sebuah apartemen di gedung permukiman di kawasan Sheikh Radwan, sebelah utara Kota Gaza. Serangan itu menyebabkan dua warga Palestina mengalami luka ringan.
Di wilayah tengah Jalur Gaza, militer Israel melakukan penghancuran besar-besaran terhadap sejumlah rumah di kawasan yang berada di bawah kendalinya, sebelah timur Kota Al-Masdar. Operasi tersebut disertai tembakan artileri berat di sekitar wilayah tersebut.
Saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa operasi penghancuran itu merusak sejumlah bangunan dan rumah yang telah ditinggalkan penghuninya.
Mereka menambahkan bahwa suara ledakan keras terdengar hingga ke berbagai wilayah Jalur Gaza.
Sementara itu, di bagian selatan Jalur Gaza, kendaraan militer Israel melepaskan tembakan intensif ke arah tenda-tenda pengungsian warga Palestina di kawasan Qizan al-Najjar dan Jorat al-Lut, sebelah selatan Khan Younis, menurut sumber-sumber lokal.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat penembakan tersebut.
Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza yang dirilis hingga Kamis, pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata telah menewaskan 1.574 warga Palestina dan melukai 5.687 lainnya.
Sejak Oktober 2023, Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya. Perang tersebut juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut.