JAKARTA, Cobisnis.com - Umat Islam akan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada 25 Agustus 2026, yang ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025.
Momentum Maulid Nabi dapat diisi dengan berbagai amalan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan kecintaan kepada beliau.
Dalam ajaran Islam tidak terdapat salat khusus untuk memperingati Maulid Nabi, tetapi umat Islam dianjurkan memperbanyak selawat, zikir, sedekah, menjaga salat fardu, serta menambah salat sunnah mutlak.
Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah membaca doa dan sholawat, termasuk tiga bacaan yang dapat diamalkan dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.
1. Doa Menyambut Maulid Nabi
Doa ini dapat dibaca untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kebaikan bagi umat Islam saat memasuki bulan Rabiul Awal.
Latin: Allaahumma baarik lanaa fii khootimati syahrinaa haadza, wa aqdim 'alainaa Robii'ul awwali bisholaahil balaadi wal 'ibaadi wa daf'il balaa-i wal fasaadi watafriiji karbi ummati habiibika Muhammad shollallaahu 'alaihi wasallama fil kholfii wal baadi, yaa Kariim yaa Juwaad.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di penghujung bulan ini dan datangkanlah kepada kami bulan Rabiul Awal dengan kebaikan bagi negara dan orang-orang di dalamnya. Angkatlah bala dan kerusakan serta hilangkanlah kesedihan dan kesusahan umat Nabi Muhammad SAW, wahai Yang Maha Mulia dan Maha Dermawan.”
Doa tersebut dimuat dalam Kitab Bughyatu Thalib fi Safinah karya Habib Ali bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib bin Ali bin Hasan Al Athas.
2. Doa Maulid Nabi dengan Sholawat Ummi
Selain membaca doa, umat Islam dapat memperbanyak sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Latin: Allaahumma shalli 'alaa Muhammad 'abdika wa rasuulikan-nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallim.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat-Mu kepada Muhammad, hamba, Nabi dan Rasul-Mu, seorang Nabi yang ummi, serta kepada keluarga dan para sahabatnya.”
3. Doa Maulid Nabi dengan Sholawat Nariyah
Sholawat Nariyah juga kerap diamalkan umat Islam dalam berbagai momentum keagamaan, termasuk ketika memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Latin: Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman tamman 'ala sayyidina Muhammadinil-ladzi tan?allu bihil-'uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdla bihil-?awaju wa tunalu bihir-ragha'ibu wa husnul-khawatimi wa yustasqal-ghamamu biwajhihil-karimi wa 'ala alihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'lumin laka.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, kesusahan dapat dilenyapkan, keperluan dapat terpenuhi, serta apa yang didambakan dan husnul khatimah dapat diraih. Limpahkanlah pula sholawat kepada keluarga dan para sahabatnya pada setiap detik dan embusan napas sebanyak bilangan segala sesuatu yang Engkau ketahui.”
Membaca doa dan sholawat dapat menjadi salah satu cara umat Islam mengisi momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, peringatan Maulid dapat diisi dengan membaca Al-Qur'an, bersedekah, memperbanyak zikir, serta mempelajari keteladanan Rasulullah SAW.