JAKARTA, Cobisnis.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momen bagi umat Islam untuk kembali mengingat kelahiran, perjuangan, serta keteladanan Rasulullah dalam menyampaikan ajaran Islam.
Momentum tersebut tidak hanya berkaitan dengan kegiatan peringatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengambil pelajaran dari kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Ada sejumlah hikmah yang dapat diterapkan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
1. Menumbuhkan Rasa Cinta kepada Rasulullah
Maulid Nabi dapat menjadi kesempatan untuk kembali mengenal sosok Nabi Muhammad SAW dan perjuangan beliau dalam membawa ajaran Islam. Mengenang kehidupan Rasulullah diharapkan dapat semakin memperkuat rasa cinta dan penghormatan umat kepada beliau.
Rasa cinta tersebut kemudian dapat diwujudkan melalui sikap dan perilaku dengan mengikuti ajaran serta sunnah yang telah dicontohkan Rasulullah.
Artinya: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai dari ayahnya, anaknya dan manusia seluruhnya.” (HR. Al-Bukhari)
2. Mengikuti Keteladanan Akhlak Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki akhlak yang luhur dan menjadi contoh bagi umat Islam. Sikap sabar, jujur, penyayang, serta adil merupakan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi sarana untuk kembali mempelajari akhlak Rasulullah. Keteladanan tersebut dapat diterapkan dalam hubungan dengan keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat.
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab:21).
3. Mendorong Umat Memahami Ajaran Islam
Maulid Nabi juga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan ketertarikan umat Islam dalam mempelajari ajaran agama. Kehidupan Rasulullah dapat menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana nilai-nilai Islam diterapkan dalam kehidupan.
Al-Qur'an dan As-Sunnah menjadi pedoman yang perlu dipelajari dan diamalkan. Karena itu, peringatan Maulid dapat diarahkan tidak hanya untuk mengenang Rasulullah, tetapi juga memperkuat komitmen menjalankan ajaran yang beliau sampaikan.
“Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya sallahu alaihi wa sallam.” (HR. Malik).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhirnya dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan memperbaiki perilaku. Nilai-nilai dari kehidupan Rasulullah dapat terus diterapkan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.