5,7 Juta Akun FORE Bocor! Nama hingga Riwayat Belanja Ikut Terseret

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 29 Oct 2026, 12:45 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mengakui adanya peretasan pada aplikasi yang digunakan untuk mengelola data pelanggan. Berdasarkan investigasi internal, insiden tersebut berdampak pada data sekitar 5,7 juta akun.

Perusahaan menyatakan akses tanpa izin itu berhasil dihentikan dalam waktu 24 jam sejak terdeteksi. FORE juga mengaku telah memperbaiki celah keamanan, memperbarui sistem, dan memperkuat perlindungan data pelanggan.

Data yang terdampak mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, hashed PIN, serta riwayat pembelian melalui aplikasi Fore. Informasi tersebut berkaitan dengan data pribadi dan aktivitas pelanggan di aplikasi.

CEO FORE, Vico Lomar, menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang terdampak. Ia menegaskan bahwa perlindungan data pelanggan merupakan tanggung jawab perusahaan.

FORE menjelaskan bahwa aplikasi mereka tidak pernah meminta atau menyimpan Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun foto KTP pelanggan. Perusahaan juga menyatakan tidak menyimpan informasi pembayaran, termasuk detail kartu kredit atau debit, yang dikelola melalui platform terpisah.

Untuk mendalami insiden tersebut, FORE menunjuk konsultan keamanan siber profesional guna melakukan investigasi forensik. Pemeriksaan mencakup aplikasi FORE, platform terkait, serta sistem teknologi informasi lainnya.

Perusahaan juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan terus berkoordinasi dengan otoritas. Selain itu, pelanggan yang terdampak telah dihubungi secara langsung.

FORE meminta pelanggan yang menerima pemberitahuan untuk segera mengganti atau membuat PIN akun Fore. Pelanggan juga diminta mengganti PIN pada akun lain apabila menggunakan kombinasi yang sama.

Sebagai lapisan perlindungan tambahan, aplikasi Fore telah menerapkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) ketika akun diakses melalui perangkat baru. Perusahaan menyatakan hingga saat ini belum menemukan indikasi penyalahgunaan informasi yang diakses dalam insiden tersebut.

FORE menyatakan fokus pada pendampingan pelanggan terdampak dan penyelesaian investigasi secara menyeluruh. Perusahaan juga berkomitmen menerjemahkan hasil evaluasi insiden menjadi penguatan sistem serta tata kelola keamanan data.