JAKARTA, Cobisnis.com - Insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis di SMKN 6 Semarang menyebabkan ratusan siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan. Total korban tercatat mencapai 707 orang.
Korban terdiri dari 693 siswa dan 14 guru. Sebagian besar telah menjalani perawatan di berbagai rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan yang berada dekat dengan tempat tinggal masing masing.
Kepala SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra, mengatakan mayoritas korban sudah berangsur pulih. Namun hingga Senin, masih ada 10 siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurutnya, beberapa siswa diperkirakan sudah diperbolehkan pulang setelah menyelesaikan pengobatan. Sementara sebagian lainnya masih harus menjalani perawatan hingga antibiotik yang diberikan dokter selesai.
Pada hari pertama kejadian, sekolah memberikan penanganan awal kepada 42 orang yang mengalami gejala. Dari jumlah tersebut, belasan siswa kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Pihak sekolah juga terus memantau perkembangan kondisi para korban. Guru secara bergantian mengunjungi siswa yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Sebagai langkah antisipasi, sekolah membuka posko pelaporan selama 24 jam. Posko tersebut digunakan untuk memantau perkembangan kesehatan seluruh siswa yang terdampak.
Sekolah juga menganjurkan siswa membawa bekal makanan dari rumah. Kebijakan ini diberlakukan karena layanan MBG masih dihentikan sementara hingga proses evaluasi selesai.
Menurut Berti, penghentian sementara diperlukan agar para siswa dapat pulih secara fisik maupun psikologis. Ia menyebut sebagian korban masih mengalami trauma setelah kejadian tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, disebut telah menjenguk para korban dan memastikan biaya pengobatan akan ditanggung. BGN juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh agar penyelenggaraan program MBG ke depan lebih aman dan tidak kembali menimbulkan kasus serupa.