8.000 Prajurit RI ke Gaza, Menlu Pastikan Keselamatan dan Kesejahteraan Jadi Prioritas Utama

Oleh Hidayat Taufik pada 21 Feb 2026, 14:50 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menempatkan faktor keamanan dan kesejahteraan prajurit sebagai prioritas utama dalam pengiriman sekitar 8.000 personel TNI ke Gaza untuk bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).

Sugiono menyatakan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan prajurit, mengingat posisi strategis Indonesia dalam struktur kepemimpinan ISF dan keanggotaan dalam Board of Peace. Posisi Indonesia sebagai Wakil Komandan Operasi memperkuat komitmen tersebut.

Ia mengakui bahwa setiap misi militer memiliki risiko, namun Indonesia telah menetapkan batasan nasional (national caveats) yang tegas. Pasukan Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur ofensif dan hanya diperbolehkan melakukan tindakan defensif apabila menghadapi ancaman langsung. Mandat yang jelas serta aturan pelibatan (rule of engagement) yang ketat menjadi dasar utama pelaksanaan misi.

Terkait kesejahteraan prajurit, Sugiono menegaskan bahwa TNI telah memiliki standar dan sistem tersendiri yang akan diterapkan kepada seluruh personel yang bertugas sebagai penjaga perdamaian.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia mengirim pasukan ke Gaza setelah resmi bergabung dalam ISF. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri KTT Board of Peace bersama Presiden AS Donald Trump di Washington DC.

Prabowo menyebut jumlah pasukan yang dikirim dapat mencapai 8.000 personel atau lebih, menyesuaikan kebutuhan misi. Ia juga memperkirakan pengiriman tahap awal dapat dilakukan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan sebagai bagian dari misi perdamaian internasional di Gaza.