JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah dengan penyesuaian menu dan mekanisme distribusi.
Kepala Kantor Pelaksanaan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palu, Yudhi Riandy, menegaskan program tetap dilaksanakan dengan ketentuan makanan ringan dan bebas Ultra-Processed Food (UPF).
Pedoman penyelenggaraan MBG selama Ramadan telah diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional sebagai acuan bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia.
Pedoman tersebut mengatur teknis distribusi, jenis makanan, serta penyesuaian bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa.
Untuk sekolah dengan mayoritas siswa non-Muslim, program MBG dapat berjalan normal melalui koordinasi dengan pihak sekolah setempat.
Sementara itu, siswa Muslim tetap menerima paket MBG Ramadan yang dirancang aman, praktis, dan tahan lama.
Distribusi paket MBG mengikuti hari efektif belajar yang ditetapkan pemerintah daerah.
Program MBG Ramadan di Sigi dijadwalkan berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026.
Paket makanan disusun dengan prinsip gizi seimbang dan kemudahan konsumsi saat berbuka puasa.
Contoh paket berisi roti, telur ayam, susu, kurma, dan jeruk sebagai sumber energi dan nutrisi penting.
Varian lainnya meliputi bubur kacang hijau, minuman sereal instan bernutrisi, serta sari gandum dengan tambahan susu dan telur puyuh.
Seluruh paket dibagikan menggunakan kantong totebag untuk memudahkan distribusi dan penyimpanan.
Saat ini terdapat 16 unit SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan di Sigi, termasuk Sigi Biromaru, Kulawi, Dolo, dan Marawola.
Keberlanjutan program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga pemenuhan gizi anak sekolah selama Ramadan.
Selain mendukung kesehatan siswa, program MBG juga membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama bulan puasa.