Ade Armando Kritik Blusukan Jokowi karena Dinilai Sarat Nuansa Dinasti Politik PSI

Oleh Hidayat Taufik pada 27 May 2026, 17:03 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Ade Armando menyoroti rencana safari politik Joko Widodo ke sejumlah daerah di Indonesia. Menurutnya, agenda itu sebaiknya tidak terlalu melekat dengan Partai Solidaritas Indonesia atau PSI.

Ia menilai kedekatan yang terlalu terlihat dapat memunculkan persepsi politik keluarga. Karena itu, Jokowi dinilai perlu menjaga jarak simbolik dengan PSI.

Ade mengatakan publik masih sensitif terhadap isu dinasti politik. Selain itu, masyarakat bisa menafsirkan agenda kunjungan tersebut sebagai konsolidasi kekuatan politik keluarga.

Menurut Ade, Jokowi sebaiknya tetap tampil sebagai tokoh nasional. Dengan begitu, simpati publik kepada PSI dapat tumbuh secara alami.

Namun, ia mengingatkan resistensi publik bisa muncul jika Jokowi terlalu sering tampil bersama kader PSI. Meski begitu, Ade percaya Jokowi memahami risiko politik tersebut.

Sementara itu, PSI mengaku siap mendampingi Jokowi berkeliling daerah setelah kondisi kesehatannya pulih. Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus menyebut Jokowi juga akan bertemu relawan dan tokoh masyarakat.

Selain itu, Jokowi dijadwalkan mengunjungi pengurus PSI di berbagai daerah. Agenda tersebut disebut sebagai bagian dari silaturahmi politik.

Bestari juga mengungkapkan PSI berencana menunjuk Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina partai. Namun, keputusan resmi masih menunggu arahan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.

Di sisi lain, dukungan Jokowi kepada PSI sudah terlihat sejak Kongres PSI 2025 di Solo. Saat itu, Jokowi menyatakan siap membantu PSI hingga tingkat daerah.