Ahli Gizi Sebut Program MBG Efektif Putus Rantai Stunting

Oleh Rizki Meirino pada 29 May 2026, 20:48 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Program Makan Bergizi Gratis atau MBG dinilai efektif membantu memutus rantai stunting di Indonesia. Program ini disebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga menyentuh persoalan ekonomi keluarga rentan.

Ahli Gizi IPB sekaligus Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB Departemen Gizi, Lesda Lybaws, mengatakan stunting merupakan persoalan multidimensional. Menurutnya, masalah tersebut berkaitan dengan asupan makanan, kondisi ekonomi keluarga, hingga buruknya sanitasi.

Lesda menilai MBG mampu memotong rantai persoalan tersebut secara lebih komprehensif. Program ini kini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga kelompok 3B yaitu balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Badan Pangan Nasional, Tri Nuryanti, menyebut masih terdapat 81 kabupaten dan kota rentan rawan pangan di Indonesia. Di wilayah tersebut, sebagian keluarga prasejahtera harus mengalokasikan sebagian besar pendapatannya hanya untuk kebutuhan pangan.

Menurut Tri Nuryanti, kehadiran MBG membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga secara signifikan. Sisa pendapatan masyarakat kemudian dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan maupun kesehatan lainnya.

Selain manfaat ekonomi, pemerintah juga terus memperkuat kualitas pelaksanaan program MBG di lapangan. Para pakar menilai pemerintah mulai membangun tata kelola pangan yang lebih aman, terukur, dan berkelanjutan.

Lesda mengapresiasi langkah pemerintah dalam memperjelas SOP teknis di dapur umum untuk mencegah risiko keamanan pangan. Pemerintah juga disebut terus melakukan evaluasi agar kualitas distribusi makanan semakin baik.

Di Gorontalo, pengawasan terhadap operasional Satuan Pelayanan Gizi dilakukan secara ketat oleh Badan Gizi Nasional. Program MBG juga mulai melibatkan petani lokal, nelayan, dan UMKM guna memperkuat ekonomi daerah sekaligus mendukung terciptanya Generasi Emas 2045.