TNI AD Tegaskan Patroli Anti Begal Dilakukan atas Permintaan Resmi Polri

Oleh Hidayat Taufik pada 29 May 2026, 18:04 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — TNI Angkatan Darat menegaskan keterlibatan prajurit dalam patroli anti begal berasal dari permintaan resmi Polri.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menyebut patroli dilakukan melalui operasi gabungan. Selain itu, personel TNI juga membantu pengamanan terpadu di sejumlah wilayah rawan.

Donny menjelaskan kegiatan tersebut mengacu pada tugas Operasi Militer Selain Perang atau OMSP. Karena itu, TNI dapat membantu Polri dalam menjaga keamanan masyarakat.

Namun, TNI tidak mengambil alih tugas penegakan hukum. Donny menegaskan Polri tetap memegang kewenangan penangkapan dan penyidikan.

Sementara itu, prajurit TNI fokus pada patroli bersama dan pengamanan wilayah. Langkah itu bertujuan memperkuat pencegahan tindak kriminal jalanan.

Donny juga menilai kehadiran TNI dapat meningkatkan rasa aman masyarakat. Selain itu, patroli gabungan dinilai mampu mempersempit ruang gerak pelaku begal.

Ia mengatakan patroli gabungan sebenarnya sudah rutin berlangsung di Jakarta. Bahkan, sejumlah daerah lain juga menjalankan pola pengamanan serupa.

Di sisi lain, keterlibatan TNI dalam operasi begal memunculkan perdebatan publik. Sebagian pihak mendukung langkah tersebut karena faktor keamanan.

Namun, beberapa pengamat menilai penanganan kriminal jalanan tetap menjadi tugas utama kepolisian.

Kementerian Pertahanan turut memberikan penjelasan terkait hal itu. Menurut Kemhan, TNI dapat membantu pemerintah daerah dan Polri dalam kondisi tertentu.

Karena itu, pemerintah menilai sinergi TNI dan Polri penting untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah rawan kriminalitas.