Akhiri Konflik, Ukraina Siap Bernegosiasi dengan Rusia

Oleh Chodijah Febriani pada 22 Oct 2026, 12:25 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy

JAKARTA, Cobisnis.com - Pada Rabu (21/10/2026), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya siap membekukan konflik dengan Rusia berdasarkan posisi garis depan saat ini dan melanjutkan upaya penyelesaian perang melalui perundingan diplomatik.

Dikutip dari laman Anadolu, Zelenskyy mengatakan Ukraina akan mengupayakan jaminan keamanan dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

"Ya. Saat ini kita harus membekukan konflik, dan saya pikir ini merupakan cara yang realistis untuk mengakhiri perang," terang Zelenskyy.

Dia menambahkan bahwa gencatan senjata merupakan langkah minimum yang diharapkan Ukraina dari Rusia.

Menurut Zelenskyy, Kyiv kemudian akan menghubungi Presiden AS dan para pemimpin Eropa untuk meminta jaminan keamanan, seraya menekankan bahwa perdamaian dan keamanan merupakan prioritas utama.

Ketika ditanya apakah Ukraina bersedia menyerahkan wilayah Donbas sebagai imbalan untuk mengakhiri perang, Zelenskyy menolak anggapan bahwa Rusia sedang memenangkan pertempuran.

Dia menuding Moskow berupaya menekan Kyiv agar menarik pasukannya dari wilayah Ukraina.

"Pada 2026, mereka tidak berhasil. Mereka tidak memenangkan pertempuran di medan perang," ucapnya.

Zelenskyy mengakui bahwa rakyat Ukraina telah lelah menghadapi perang, tetapi menegaskan negaranya tidak dapat begitu saja menyerahkan wilayahnya.

Dia kembali menekankan bahwa perundingan harus dimulai berdasarkan posisi kedua pihak di medan perang saat ini, sementara rencana perdamaian selanjutnya disusun melalui jalur diplomasi.

Sebelumnya, Presiden Ukraina itu juga menggambarkan pertemuannya dengan utusan khusus AS Steve Witkoff pada Selasa (20/10/2026) di Oslo, Norwegia, sebagai pertemuan yang "produktif."

Zelenskyy menyampaikan terima kasih kepada Perdana Menteri Norwegia yang telah menjadi tuan rumah pembicaraan tersebut.

Pertemuan itu juga melibatkan para pemimpin Eropa dan pejabat AS, termasuk Jared Kushner yang bergabung secara daring.

Menurut Zelenskyy, pembicaraan tersebut berfokus pada berbagai kemungkinan langkah menuju perdamaian.

Dia berharap pertemuan Witkoff di Rusia dapat menghasilkan tanggapan terkait upaya tersebut.

Zelenskyy mengatakan langkah awal untuk meredakan ketegangan dapat mencakup gencatan senjata yang berkaitan dengan ketahanan pangan, aktivitas maritim, dan infrastruktur energi.

Dia juga menyatakan telah langsung mendukung gagasan gencatan senjata di sektor energi yang sebelumnya disampaikan Presiden AS Donald Trump.

"Saya berharap hari ini, dalam beberapa jam ke depan, kita akan mendapatkan sejumlah hasil," jelasnya.