Akibat Pengepungan di Hebron, 80 Ribu Pelajar Palestina Tidak Dapat Bersekolah

Oleh Chodijah Febriani pada 03 Nov 2026, 11:29 WIB

Kondisi Masyarakat di Gaza

JAKARTA, Cobisnis.com - Serikat Umum Guru Palestina mengatakan, hampir 80 ribu pelajar Palestina tidak dapat bersekolah selama sepekan terakhir akibat pengepungan Israel di Hebron, Tepi Barat yang diduduki, yang juga memaksa 537 keluarga meninggalkan rumah mereka.

Dilansir dari Anadolu, pembatasan tersebut mengganggu kegiatan belajar mengajar di 220 sekolah negeri, swasta, dan sekolah yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di wilayah pendidikan Hebron tengah.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Palestina WAFA, serikat guru tersebut menyebut dampak pengepungan tidak hanya membuat para pelajar kehilangan kesempatan mengikuti pelajaran, tetapi juga menghambat akses mereka terhadap fasilitas pendidikan.

Banyak pelajar yang mengungsi tidak lagi memiliki akses terhadap buku pelajaran maupun tempat untuk belajar, sementara para guru menghadapi kesulitan untuk mencapai sekolah tempat mereka mengajar.

Pada Minggu, pasukan Israel juga menahan 10 guru dari Sekolah Dasar Campuran Jinba selama beberapa jam di Jalan Khallat al-Dabaa, kawasan Masafer Yatta, sebelah selatan Hebron.

Pasukan Israel turut menahan kendaraan yang digunakan para guru tersebut sehingga para siswa harus menunggu kedatangan mereka dan kegiatan belajar mengajar terganggu.

Serikat guru Palestina mengecam penutupan jalan serta penahanan guru dan pelajar sebagai "serangan terhadap hak atas pendidikan serta kehidupan dan martabat manusia."

Organisasi tersebut menyerukan serikat-serikat pendidikan di seluruh dunia untuk mengubah dukungan solidaritas menjadi tekanan terhadap pemerintah masing-masing agar membuka kembali akses menuju sekolah serta menjamin perlindungan bagi pelajar dan tenaga pendidik.

Serikat itu juga mendesak Education International, federasi serikat pendidikan global, untuk memimpin upaya lobi diplomatik dan mengirimkan delegasi ke Hebron serta Masafer Yatta guna mendokumentasikan dampak operasi Israel terhadap sektor pendidikan.

Operasi militer Israel di Hebron memasuki hari ke-10 berturut-turut pada Minggu, dengan lebih dari 3.300 warga Palestina terpaksa mengungsi atau terdampak dalam bentuk lain, terutama di kawasan Al-Jalda dan Ain Deir Bahha.

Sebanyak 15 rumah dan bangunan lainnya juga telah dihancurkan selama operasi tersebut.

Pasukan Israel menutup akses menuju Hebron dan desa-desa di sekitarnya, serta mengambil alih sejumlah rumah warga untuk dijadikan pos militer.

Penghancuran bangunan dan kerusakan infrastruktur akibat operasi tersebut turut mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat Palestina di wilayah itu.