Aksi Protes Memanas di Eropa, DPR Ingatkan Kemlu soal WNI

Oleh Hidayat Taufik pada 20 Oct 2026, 14:48 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di sejumlah negara Eropa mendorong Komisi I DPR meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meningkatkan pengawasan terhadap kondisi keamanan warga negara Indonesia (WNI) di kawasan tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta, menekankan pentingnya langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan WNI di Prancis, Portugal, Italia, Belgia, hingga Albania.

Gelombang demonstrasi tersebut dipicu berbagai persoalan, termasuk kenaikan biaya hidup, tekanan ekonomi, kebijakan pendidikan, serta ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah. Di Prancis, aksi protes bahkan berkembang menjadi bentrokan dengan aparat keamanan dan kerusuhan.

“Kita menghormati proses demokrasi dan dinamika politik dalam negeri negara-negara sahabat. Namun, pemerintah juga harus mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi yang dapat mengganggu keamanan warga negara kita di sana,” ujar Sukamta, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (20/10/2026).

Sukamta meminta Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) terus memantau situasi, menjalin koordinasi dengan otoritas setempat, serta menyampaikan informasi keamanan kepada WNI.

Menurutnya, mahasiswa, pekerja migran, dan wisatawan Indonesia menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Perwakilan RI juga diminta menjaga komunikasi aktif dengan komunitas WNI dan organisasi mahasiswa Indonesia di negara-negara terdampak.

“Jangan sampai kita terlambat mengetahui ada warga kita yang mengalami kesulitan. KBRI dan KJRI harus memastikan jalur komunikasi darurat mudah dihubungi dan bantuan konsuler bisa segera diberikan apabila diperlukan,” tuturnya.

Selain meminta pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan, Sukamta mengimbau WNI agar tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari perwakilan RI, menjauhi lokasi demonstrasi yang berpotensi ricuh, serta mematuhi aturan yang berlaku di negara tempat mereka berada.

Ia menilai tekanan ekonomi dan ketidakpuasan masyarakat di sejumlah negara Eropa perlu terus dipantau karena berpotensi memicu aksi demonstrasi lanjutan.

“Kita berharap situasi di negara-negara tersebut segera membaik. Tetapi pemerintah harus tetap waspada dan siap menghadapi berbagai kemungkinan. Keselamatan warga negara Indonesia harus menjadi perhatian utama,” imbuh Sukamta.

Sebelumnya, ratusan ribu warga menggelar demonstrasi di Prancis, Belgia, Italia, dan Portugal pada Sabtu (17/10/2026). Mereka memprotes kenaikan biaya hidup, rendahnya upah, serta sulitnya memperoleh tempat tinggal dengan harga terjangkau.

Di Prancis, Kementerian Dalam Negeri mencatat lebih dari 550.000 demonstran turun ke jalan. Aksi tersebut juga diwarnai penangkapan lebih dari 1.200 orang, termasuk 855 orang di Paris, serta laporan 150 polisi terluka.

Kerusuhan turut menyebabkan kerusakan bangunan publik dan penjarahan sejumlah toko di berbagai kota. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan akan dituntut dan dihukum.