Aktivis Muslim di London Diduga Jadi Target Operasi UEA

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 21 Aug 2026, 16:44 WIB

man with binoculars and camera control someone

JAKARTA, Cobisnis.com - Uni Emirat Arab atau UEA dilaporkan menyewa tentara bayaran berkewarganegaraan Israel untuk mengincar aktivis Muslim Inggris Anas Altikriti di London.

Laporan tersebut terungkap dalam investigasi ITV News yang dipublikasikan pada Kamis, 20 Agustus 2026. Operasi itu disebut melibatkan Abraham Golan yang memiliki kewarganegaraan Hungaria dan Israel.

Golan dilaporkan melakukan perjalanan ke London pada Desember 2016 dengan pendanaan dari Abu Dhabi. Ia merupakan mantan anggota legiun asing Prancis sekaligus pendiri perusahaan keamanan swasta Spear Operations Group.

Altikriti dikenal sebagai aktivis Muslim Inggris, akademisi, negosiator sandera, serta kepala eksekutif Yayasan Cordoba. Dokumen yang ditinjau ITV menunjukkan adanya pemantauan terhadap rumah, kendaraan, tempat kerja, hingga kemungkinan rute perjalanan Altikriti.

Dalam operasi tersebut, Golan disebut mendekati seorang konsultan Inggris dan menawarkan bayaran hingga £100.000 atau sekitar Rp1,8 miliar berdasarkan kurs 2016. Konsultan itu diminta membantu operasi, termasuk mengatur pertemuan dengan Altikriti menggunakan alasan palsu.

Konsultan tersebut kemudian mengaku khawatir terhadap tujuan operasi setelah bertemu Golan dan mantan anggota pasukan khusus Amerika Serikat. Salah satu rekannya bahkan disebut membuat gerakan menggorok leher ketika membahas kemungkinan yang terjadi pada Altikriti.

ITV menegaskan bukti yang ditemukan tidak menunjukkan adanya perintah dari pemerintah UEA untuk membunuh Altikriti. Namun, pola pengawasan tersebut membuat aktivis itu merasa sangat terguncang, terutama setelah mengetahui area sekitar rumahnya difoto ketika anaknya masih kecil.

Polisi Inggris kemudian mendatangi Altikriti dan memperingatkannya mengenai informasi yang menunjukkan kemungkinan ancaman terhadap nyawanya. Petugas tidak mengungkap sumber maupun bentuk pasti ancaman tersebut.

Pengungkapan ini terjadi di tengah kampanye panjang UEA terhadap individu dan organisasi yang dikaitkan dengan Ikhwanul Muslimin. UEA sebelumnya memasukkan Yayasan Cordoba ke dalam daftar organisasi terlarang pada 2014.

Spear Operations Group yang didirikan Golan juga sebelumnya dikaitkan dengan program pembunuhan yang didukung UEA di Yaman. Golan pernah mengakui menjalankan program pembunuhan terarah di Yaman dan mengatakan operasi tersebut mendapat dukungan UEA dalam koalisi pimpinan Arab Saudi.

Golan menolak memberikan tanggapan substantif kepada ITV mengenai investigasi tersebut. Mantan rekannya dari Angkatan Laut AS juga tidak menanggapi permintaan komentar, sementara Kedutaan Besar UEA di Inggris dan AS tidak memberikan tanggapan.

Kementerian Dalam Negeri Inggris turut menyatakan tidak berkomentar mengenai persoalan keamanan dan intelijen. Hingga laporan tersebut dipublikasikan, bukti yang tersedia belum menunjukkan adanya perintah pembunuhan dari pemerintah UEA terhadap Altikriti.