JAKARTA, Cobisnis.com – Alexander Zverev akhirnya meraih gelar Grand Slam pertamanya setelah menjuarai French Open 2026 di Roland Garros. Petenis Jerman itu mengalahkan Flavio Cobolli dengan skor 6-1, 4-6, 6-4, 6-7(5), 6-1 pada partai final yang berlangsung lebih dari empat jam.
Kemenangan tersebut menjadi momen bersejarah bagi Zverev. Sebelumnya, ia tiga kali gagal meraih gelar Grand Slam meski berhasil mencapai partai final.
Setelah Cobolli gagal memanfaatkan peluang pada poin kejuaraan kedua, Zverev langsung menjatuhkan diri ke lapangan tanah liat Roland Garros. Ia kemudian menangis haru sebelum merayakan gelar terbesar dalam kariernya.
Sementara itu, trofi Coupe des Mousquetaires menjadi hadiah atas perjuangan panjang Zverev. Selain itu, gelar tersebut mengakhiri berbagai kegagalan yang pernah ia alami di turnamen mayor.
Dalam pidatonya, Zverev mengenang perjalanan emosionalnya di Roland Garros. Ia mengingat cedera parah yang dialami saat semifinal melawan Rafael Nadal pada 2022.
Selain itu, Zverev juga mengingat kekalahan menyakitkan di final French Open beberapa tahun lalu. Namun, kali ini ia berhasil menutup kisahnya dengan akhir yang bahagia.
Kemenangan tersebut membuat Zverev bergabung dengan kelompok elite pemain yang meraih gelar Grand Slam pertama pada final keempat mereka. Di antaranya adalah Andre Agassi, Goran Ivanišević, dan Dominic Thiem.
Di sisi lain, Cobolli tampil impresif sepanjang turnamen. Petenis peringkat ke-14 dunia itu mencapai final Grand Slam pertamanya setelah mencatat sejumlah kemenangan mengejutkan.
Cobolli bahkan berpeluang menjadi petenis putra Italia pertama yang menjuarai Roland Garros sejak 1976. Meski begitu, Zverev tampil lebih konsisten dan berhasil mengamankan kemenangan.
Gelar French Open 2026 menjadi trofi ke-25 dalam karier profesional Zverev. Karena itu, pencapaian tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu petenis terbaik generasinya.