JAKARTA, Cobisnis.com - Seekor anjing Labrador bernama John Wick mati setelah diduga memakan ayam yang telah diberi racun di Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Keluarga pemilik kemudian memasang spanduk dan flyer untuk memperingatkan warga serta memberi tekanan kepada pelaku.
John Wick diketahui telah dipelihara keluarga Paschal sejak 2021. Anjing berusia 5,5 tahun dengan berat sekitar 25 kilogram itu disebut sudah menjadi bagian dari keluarga.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 16 Juli 2026 pagi. Berdasarkan rekaman CCTV, seseorang terlihat berhenti di depan rumah dan menaruh sesuatu di dekat celah pagar sebelum meninggalkan lokasi.
Makanan yang diduga telah diberi racun kemudian dimakan John Wick. Anjing tersebut disebut mengalami kejang dan meninggal dalam waktu kurang dari lima menit.
"Itu cepat kok Mas, kayak 2 menitan nggak ada itu. Padahal lumayan gede anjingnya, sekitar 25 kilo. Usia 5,5 tahun," kata Paschal, Kamis, (13/08/2026)
Setelah kejadian, keluarga menemukan serbuk putih pada sisa makanan yang dimakan John Wick. Namun, Paschal mengaku tidak mengetahui jenis racun yang digunakan.
Keluarga kemudian mencari rekaman CCTV lain untuk mengetahui identitas orang yang diduga memberikan makanan tersebut. Namun, rekaman yang diperoleh belum memperlihatkan nomor polisi kendaraan secara jelas.
Ciri ciri pelaku yang terlihat dalam rekaman kemudian dicantumkan dalam flyer yang dipasang di sekitar rumah. Pelaku disebut menggunakan motor Scoopy berwarna krem dengan bagian bawah berwarna merah, memakai helm, dan menutupi wajah dengan buff hitam.
Paschal mengatakan keluarga belum melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa maupun kepolisian. Ia menilai bukti yang dimiliki saat ini masih belum cukup kuat untuk menjerat pelaku.
"Kita nemu CCTV di Jalan Bima, kepantau dari jalan kan CCTV-nya itu. Kayaknya kan nggak pakai pelat, cuman pakai tempatnya tok itu," ujar Paschal.
Keluarga memilih memasang spanduk dan flyer sehari setelah John Wick mati. Selain memberikan efek kejut kepada pelaku, langkah tersebut ditujukan untuk mengingatkan pemilik hewan peliharaan lain agar lebih waspada.
"Yang penting orangnya bisa baca, sudah, siapa tahu kayak kena mental. Terus ya buat pemilik anjing di sini biar waspada, jangan sampai terjadi sama keluarga yang lain," pungkasnya.