Api Padam, Tim Gabungan Sisir Bara Tersisa di Kawasan Bromo

Oleh Hidayat Taufik pada 15 Aug 2026, 08:19 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, mulai mereda. Petugas gabungan masih melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno menyampaikan bahwa titik api di kawasan Bromo sudah tidak terlihat pada Jumat (14/8/2026) siang.

"Sementara titik api sudah nihil," kata Satriyo.

Meski titik api telah menghilang, petugas tetap melakukan penyisiran di kawasan Bukit Cinta. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari sisa bara dan mencegah munculnya api kembali.

"Tim gabungan melanjutkan penyisiran darat di Bukit Cinta untuk melakukan pemadaman dan pembasahan menggunakan metode manual gepyok, power sprayer gendong (blower sprayer), unit mobil pemadam kebakaran, kendaraan taktis Komodo, serta mobil tangki air pada seluruh area yang dapat dijangkau," ucapnya, di kutip dari berbagai sumber (15/8/2026)

Selain penanganan dari darat, operasi water bombing juga masih dilakukan menggunakan tiga unit helikopter. Penyiraman dari udara diarahkan ke wilayah Pakis Bincil yang masih terlihat mengeluarkan asap.

"3 unit helikopter, yaitu PK-DAN dan PK-DBM milik BNPB, serta PK-DAP milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melaksanakan operasi water bombing pada titik sasaran di wilayah Pakis Bincil yang terdapat kepulan asap," ujarnya.

Helikopter PK-DAP yang memiliki kapasitas 1.000 liter melakukan dua sorti dari Ranu Pani dengan total lima rit dan membawa 4.000 liter air.

Helikopter PK-DBM dengan kapasitas yang sama juga melakukan dua sorti. Dalam tujuh rit, helikopter tersebut mengangkut sebanyak 7.000 liter air.

Sementara itu, helikopter PK-DAN memiliki kapasitas 4.000 liter. Armada tersebut menjalankan satu sorti dari Ranu Regulo dengan total 10 rit dan membawa 40.000 liter air.

"Total keseluruhan pelaksanaan water bombing telah mencapai (22 Rit) 51.000 Liter," ucapnya.

BPBD Jawa Timur juga menggunakan drone untuk memantau wilayah yang masih memiliki potensi munculnya asap atau api. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mendeteksi bara yang berisiko menyebabkan kebakaran kembali.

"Tim gabungan melaksanakan penyisiran kembali untuk memastikan tidak terdapat sisa bara api yang berpotensi memicu penyalaan kembali, sekaligus melakukan pembasahan pada lokasi yang masih terindikasi mengeluarkan asap," ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara, luas wilayah yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 1.120,3 hektare. Sejumlah vegetasi di kawasan tersebut turut hangus terbakar.

Meski kebakaran meluas, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Luas area terbakar kurang lebih 1.120,3 hektare. Data berkembang dalam proses pendataan ulang." ujarnya.

Kebakaran kawasan Bromo pertama kali dilaporkan pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Api kemudian meluas hingga membuat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara seluruh akses wisata menuju Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8/2026) malam.