Arsip Belanda 1873 Ungkap Fakta Lama, Wilayah Demak Ini Ternyata Pernah Masuk Administrasi Semarang

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 31 May 2026, 06:50 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kedekatan sejumlah wilayah di timur Semarang dengan Kota Semarang ternyata bukan sekadar perasaan warga. Arsip kolonial Belanda tahun 1873 mencatat beberapa wilayah yang kini masuk Kabupaten Demak pernah menjadi bagian administrasi Semarang.

Wilayah tersebut antara lain Karangtengah, Guntur, Karangawen, Gubug, dan Tegowanu. Sementara wilayah Demak saat itu mencakup daerah seperti Bonang, Wedung, Wonosalam, Gajah, dan Karanganyar.

Berdasarkan arsip tahun 1876, wilayah Semarang saat itu jauh lebih luas dibanding sekarang. Administrasinya terbagi dalam lima kontrolir, yakni Semarang, Salatiga, Gubug, Ambarawa, dan Ungaran.

Jejak serupa juga terlihat dalam peta kolonial Pulau Jawa tahun 1882. Peta tersebut menunjukkan sejumlah wilayah pesisir timur Semarang dan selatan Demak masih berada dalam pengaruh administratif Semarang.

Perubahan batas wilayah itu merupakan bagian dari penataan administrasi pemerintah kolonial Hindia Belanda. Batas-batas tersebut terus mengalami penyesuaian hingga masa Indonesia merdeka.

Temuan ini dinilai menjelaskan mengapa aktivitas warga di sejumlah wilayah Demak masih banyak terhubung dengan Semarang. Urusan pekerjaan, pendidikan, belanja, hingga layanan kesehatan umumnya lebih dekat ke pusat Kota Semarang.

Meski demikian, warga menilai arsip kolonial tersebut sebaiknya dipahami sebagai catatan sejarah perkembangan wilayah. Dokumen itu menunjukkan hubungan Semarang dan sejumlah kawasan yang kini masuk Demak sudah terjalin sejak lebih dari satu abad lalu, bukan sebagai dasar perubahan batas administratif saat ini.