JAKARTA, Cobisnis.com – Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah sejumlah media di Iran melaporkan adanya serangan yang menghantam kawasan di sekitar Pulau Qeshm, yang berada di dekat Selat Hormuz, pada Kamis (16/7/2026) malam waktu setempat.
Berdasarkan laporan kantor berita Fars, serangan rudal tersebut menyasar area di sekitar Pulau Qeshm dengan mengutip informasi dari otoritas setempat. Sementara itu, kantor berita Tasnim menyebut salah satu korespondennya melihat proyektil menghantam wilayah di sekitar pulau tersebut.
Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Kota Bandar Abbas turut menjadi sasaran serangan yang disebut sebagai aksi militer Amerika Serikat.
Peristiwa ini terjadi di tengah kembali meningkatnya ketegangan kedua negara, meski sebelumnya sempat tercapai kesepakatan awal yang diharapkan mampu meredakan konflik. Namun, situasi kembali memburuk setelah kedua pihak saling melontarkan ancaman.
Sebelumnya, pemerintah Iran memperingatkan akan membalas dengan menyerang sejumlah infrastruktur strategis di kawasan apabila Amerika Serikat melanjutkan operasi militernya terhadap fasilitas penting di wilayah Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu keluar utama distribusi minyak dari kawasan Teluk ke pasar internasional. Karena itu, setiap eskalasi konflik di kawasan tersebut dinilai dapat memengaruhi keamanan regional sekaligus berdampak terhadap perekonomian global.