92% Hewan Laut Dalam Ternyata Mengandung Mikroplastik

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 17 Jul 2026, 09:04 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Polusi plastik dipastikan tidak lagi hanya mencemari pantai dan permukaan laut. Studi terbaru menemukan mikroplastik telah mencapai laut dalam hingga kedalaman lebih dari 2.000 meter.

Penelitian dilakukan tim dari Korea Research Institute of Bioscience and Biotechnology bersama Korea Institute of Ocean Science and Technology. Mereka meneliti hewan laut dalam di Samudra Pasifik barat daya dan Samudra Hindia untuk mengukur tingkat pencemaran mikroplastik.

Sampel diambil dari siput dan kerang yang hidup di sekitar ventilasi hidrotermal, habitat ekstrem yang tetap dihuni berbagai organisme meski tanpa cahaya matahari. Hasilnya, 92 persen hewan yang diperiksa mengandung mikroplastik dengan rata rata 3,42 serpihan di setiap individu.

Peneliti menemukan polistirena menjadi jenis plastik yang paling banyak terdeteksi. Material tersebut umum digunakan sebagai bahan kemasan makanan dan berbagai produk sekali pakai.

Studi ini juga menunjukkan pola penumpukan mikroplastik berbeda pada setiap spesies. Siput lebih banyak menyimpan partikel plastik di organ pencernaan, sedangkan kerang mengalami penyebaran mikroplastik di hampir seluruh jaringan tubuh.

Perbandingan dua wilayah penelitian memperlihatkan perbedaan yang signifikan. Hewan laut dari Samudra Hindia memiliki kandungan mikroplastik hingga 14,7 kali lebih tinggi dibandingkan sampel dari Samudra Pasifik barat daya setelah disesuaikan dengan berat tubuh.

Peneliti menilai perbedaan tersebut dipengaruhi aktivitas manusia, aliran sampah dari sungai, serta karakter arus laut. Temuan ini menjadi bukti bahwa limbah plastik mampu mencapai dasar laut dan diharapkan menjadi dasar penguatan kebijakan perlindungan ekosistem laut dalam.