AS Gunakan "Mother of All Bombs" Siap Ratakan Iran

Oleh Chodijah Febriani pada 16 Oct 2026, 11:27 WIB

Presiden AS Donald Trump

JAKARTA, Cobisnis.com - Dilaporkan bahwa Milter Amerika Serikat telah menyiapkan opsi untuk memperlancar serangan terhadap Iran.

Serangan baru yang mencakup kemungkinan penggunaan bom nonnuklir terbesar dalam persenjataannya, yang dikenal sebagai "mother of all bombs", untuk menyerang infrastruktur energi dan fasilitas nuklir Iran jika Presiden Donald Trump memerintahkan dimulainya kembali operasi militer.

Dikutip dari anadolu, Kamis (15/10/2026), CNN melaporkan mengatakan bahwa sejumlah pejabat AS yang mengetahui rencana tersebut, melaporkan bahwa opsi penggunaan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB) sedang dipertimbangkan sebagai bagian dari persiapan serangan terhadap Iran.

Penggunaan bom tersebut akan menandai peningkatan signifikan dalam eskalasi konflik antara AS dan Iran, meskipun sejumlah pejabat mempertanyakan apakah senjata itu mampu mencapai tujuan militer Washington.

Menurut CNN, Trump telah memerintahkan militer AS menyiapkan berbagai opsi serangan tambahan terhadap sasaran di Iran, termasuk infrastruktur energi dan fasilitas yang berkaitan dengan program nuklir negara tersebut.

Rencana itu dapat dijalankan sebelum atau setelah pemilihan paruh waktu AS mendatang apabila Trump memutuskan untuk kembali melancarkan operasi militer berskala besar.

Seorang sumber yang mengetahui perencanaan militer tersebut mengatakan kepada CNN bahwa serangan dapat dilakukan sebelum pasukan AS ditarik dari wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM).

Langkah itu berpotensi memungkinkan pemerintahan Trump melancarkan serangan tambahan sebelum menyatakan kemenangan dan menarik pasukannya dari kawasan tersebut.

Sumber kedua mengatakan rencana serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, termasuk fasilitas bawah tanah yang diduga berada di kawasan Pickaxe Mountain, secara khusus mencakup kemungkinan pengerahan bom MOAB.

Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan menyerang Pickaxe Mountain, lokasi yang diyakini Washington dan Israel digunakan Iran untuk menyimpan komponen program nuklirnya.

Presiden Trump menegaskan bahwa mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir tetap menjadi salah satu tujuan utama operasi militer Washington.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa para perencana militer secara rutin menyiapkan berbagai pilihan operasi bagi pengambil kebijakan, mulai dari serangan berintensitas rendah hingga serangan berkekuatan besar terhadap sasaran yang memiliki perlindungan ketat.

Namun, efektivitas bom MOAB untuk menghancurkan fasilitas nuklir yang berada jauh di bawah tanah masih diragukan.

Bom berpemandu GPS tersebut mampu menimbulkan kehancuran di permukaan pada area yang luasnya setara dengan sekitar sembilan blok perkotaan, tetapi tidak dirancang untuk menembus jauh ke dalam tanah.

Sejumlah sumber yang dikutip CNN mengatakan bom tersebut kemungkinan akan kesulitan menghancurkan fasilitas yang dilindungi lapisan granit tebal dan berbagai struktur pertahanan lainnya.

"MOAB pada dasarnya merupakan senjata yang sangat efektif untuk operasi yang bertujuan memberikan dampak psikologis dan menyampaikan pesan kekuatan militer, serta untuk menghancurkan area yang sangat luas, tetapi kegunaannya di luar itu terbatas," kata seorang sumber yang mengetahui pembahasan rencana militer tersebut kepada CNN.

Sumber itu menilai MOAB tidak cocok digunakan untuk menghancurkan sasaran yang terletak jauh di bawah permukaan tanah. Apabila digunakan, bom tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan sangat luas di sekitar titik ledakan.

Daya ledaknya yang besar juga menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kemungkinan jatuhnya korban sipil, terutama apabila serangan diarahkan ke infrastruktur energi yang berada di dekat kawasan permukiman atau fasilitas sipil lainnya.

Meski memiliki keterbatasan tersebut, para pejabat AS dilaporkan tetap mempertimbangkan dampak psikologis penggunaan MOAB sebagai bagian dari pilihan operasi militer pemerintahan Trump.

Seorang sumber mengatakan kepada CNN bahwa Trump kemungkinan menghadapi tekanan untuk mengambil tindakan militer tambahan terhadap Iran, meskipun belum ada kepastian bahwa serangan lanjutan akan memaksa Teheran menerima tuntutan Washington.

Menurut sumber tersebut, penggunaan MOAB dapat menjadi sarana untuk meningkatkan tekanan psikologis terhadap Iran, khususnya mengingat keterbatasan amunisi yang tersedia untuk menghancurkan fasilitas yang dibangun jauh di bawah tanah.