JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan seluruh lembaga sipil federal menghentikan pembelian produk dan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan China, DeepSeek, serta menghapus teknologi tersebut dari sistem teknologi informasi (TI) pemerintah.
Kebijakan ini diambil atas dasar keamanan nasional, terutama kekhawatiran bahwa informasi sensitif milik pengguna di lingkungan pemerintahan dapat bocor dan diakses oleh otoritas China.
Perintah yang dikeluarkan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS itu tidak hanya berlaku bagi produk yang dikembangkan langsung oleh DeepSeek, tetapi juga mencakup produk dan layanan pihak ketiga yang dibangun menggunakan teknologi perusahaan tersebut.
Meski demikian, lembaga federal masih dapat mengajukan permohonan pengecualian dalam kondisi tertentu.
Langkah Washington ini menjadi bagian dari persaingan teknologi antara AS dan China yang semakin intensif, terutama di sektor AI.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan AI China menghadirkan model dengan biaya pengembangan relatif rendah yang menantang dominasi perusahaan teknologi AS, termasuk OpenAI dan Meta.
Pemerintah China menolak kebijakan terbaru Washington karena dinilai menggunakan alasan keamanan nasional untuk membatasi perkembangan teknologi dan perdagangan.
"Kami akan dengan tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam pengarahan resmi pada Selasa (20/10/2026).
Kebijakan ini memperluas pembatasan terhadap DeepSeek yang sebelumnya telah diberlakukan melalui undang-undang pada Desember 2025, yang membatasi penggunaan teknologinya dalam sistem keamanan nasional dan intelijen AS.
Kini, larangan tersebut mencakup lembaga sipil federal, termasuk pembelian produk baru serta penggunaan teknologi DeepSeek yang masih terpasang dalam sistem TI pemerintah.
Di sisi lain, China juga dilaporkan tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor terhadap 23 jenis teknologi terkait AI, termasuk teknologi desain chip dan sejumlah model AI canggih yang dinilai berpotensi menimbulkan risiko keamanan maupun penyalahgunaan.
DeepSeek telah menjadi perhatian regulator dan pemerintah di berbagai negara sejak meluncurkan model penalaran R1 pada Januari 2025.
Kehadiran model tersebut mengguncang industri AI global dan turut memicu aksi jual besar-besaran saham Nvidia.
Pada September 2026, AS juga menuduh DeepSeek bersama lima perusahaan AI China lainnya, termasuk Alibaba dan Moonshot AI, menggunakan teknik distilasi model dalam skala besar untuk memperoleh informasi dari sistem AI perusahaan-perusahaan Amerika.
Distilasi model merupakan teknik yang memungkinkan pengembang memanfaatkan keluaran dari satu model AI sebagai bahan untuk melatih model lainnya.
Teknik tersebut menjadi perhatian karena berpotensi membantu pengembang memperoleh kemampuan dari model AI pesaing tanpa harus membangun seluruh kemampuan itu dari awal.
OpenAI dan Anthropic sebelumnya juga menyampaikan kekhawatiran terkait dugaan praktik tersebut.
OpenAI mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa pihaknya menemukan dugaan upaya DeepSeek melakukan distilasi terhadap model AI miliknya.
Sementara itu, Anthropic menyatakan telah mengidentifikasi dugaan upaya tidak sah oleh DeepSeek dan sejumlah laboratorium AI China lainnya untuk mengumpulkan keluaran dari model Claude.
Melalui kebijakan terbaru ini, AS memperluas pengawasan terhadap penggunaan teknologi AI asal China di lingkungan pemerintah federal, dengan fokus pada perlindungan data dan keamanan sistem.