JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia resmi memulai penyaluran bantuan sosial tahap kedua tahun 2026. Bantuan yang disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai.
Proses pencairan bansos ini dimulai pada minggu kedua April 2026. Penyaluran dilakukan setelah proses pembaruan data penerima selesai.
Dalam penyaluran kali ini, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai acuan utama. Data tersebut diperbarui secara berkala untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Untuk tahap kedua tahun ini, bansos dijadwalkan mulai cair pada triwulan kedua. Pemerintah juga menyebut pencairan berlangsung lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini terjadi karena adanya perubahan sistem pembaruan data. Kini proses pemutakhiran dilakukan lebih awal sehingga verifikasi data menjadi lebih cepat.
Badan Pusat Statistik melakukan pembaruan data setiap awal triwulan. Jadwalnya dilakukan pada tanggal 10 April, 10 Juli, dan 10 Oktober.
Dengan sistem baru tersebut, proses validasi data menjadi lebih akurat. Risiko kesalahan penyaluran bantuan juga dapat diminimalkan.
Pada tahap kedua tahun 2026 ini, jumlah penerima diperkirakan mencapai sekitar 18 juta keluarga. Mereka tergolong sebagai Keluarga Penerima Manfaat di seluruh Indonesia.
Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok seperti pangan, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya. Program ini diharapkan dapat membantu menjaga kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos secara online menggunakan NIK. Pemerintah juga mengimbau agar bantuan dimanfaatkan secara bijak dan digunakan untuk kebutuhan utama keluarga.