JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir kembali menuai kecaman setelah melontarkan pernyataan keras mengenai operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Dalam sebuah wawancara, Ben-Gvir menyatakan Israel seharusnya melakukan serangan secara rutin pada malam hari dengan sasaran yang lebih luas di wilayah Gaza.
Pernyataan itu disampaikan dalam podcast "October 8" yang menghadirkan Rom Braslavski, seorang tentara Israel yang sebelumnya sempat ditahan sebagai sandera Hamas di Gaza.
Pembicaraan tersebut membahas situasi Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Dalam kesempatan itu, Ben-Gvir juga mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang disebut mulai mengurangi skala serangan di Gaza.
"Bukan rahasia lagi, saya tidak sependapat dengan Perdana Menteri," cetus Ben-Gvir.
Menurut Ben-Gvir, operasi militer Israel seharusnya tidak hanya menyasar individu atau kelompok yang dianggap memberikan ancaman secara langsung.
"Menurut saya, kita perlu melancarkan serangan-serangan terarah di Gaza setiap malam, melenyapkan 30 atau 40 orang -- bukan hanya mereka yang membahayakan kita pada saat itu," kata Ben-Gvir dalam wawancara tersebut.
Ben-Gvir juga menyatakan bahwa cakupan serangan tidak semestinya dibatasi hanya pada pihak yang dinilai menjadi ancaman langsung bagi Israel.
"Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka tidak seharusnya hidup. Mereka bahkan bukan manusia," ujar Ben-Gvir, yang memimpin Partai Jewish Power yang berhaluan sayap kanan jauh.
Podcast tersebut disiarkan pada Sabtu (15/8) malam. Pernyataan Ben-Gvir kemudian ramai diperbincangkan dan tersebar luas di media Palestina pada hari berikutnya.
Pernyataan terbaru tersebut menambah daftar kontroversi yang melibatkan Ben-Gvir, terutama terkait pandangannya yang keras terhadap konflik Israel dan Palestina.