Benarkah Diet Tinggi Protein Sering Bikin Haus? Ini Penjelasan dari Ahli

Oleh Chodijah Febriani pada 16 Sep 2026, 17:35 WIB

Makanan Diet - pexels/Зоряна Русин

JAKARTA, Cobisnis.com- Bagi kamu sedang diet dengan mengonsumsi protein dengan minuman protein, apakah kamu merasa lebih haus dari biasanya?
Bagi sebgaian orang, diet tinggi protein dapat membuat beberapa orang merasa lebih haus, terutama ketika asupan protein meningkat secara signifikan tanpa peningkatan asupan cairan yang sepadan.
Menurut Dr. Manjusha Agarwal, Konsultan Penyakit Dalam, Rumah Sakit Gleneagles Mumbai , ada alasan sederhana mengapa hal ini bisa terjadi.
"Ketika kamu mengonsumsi makanan tinggi protein, hal itu meningkatkan produksi limbah yang mengandung nitrogen, yang perlu dibuang oleh ginjal melalui urin. Proses ini dapat meningkatkan kebutuhan air tubuh, membuat beberapa orang merasa lebih haus," ungkap Dr. Agarwal.
Ia menambahkan, efeknya akan lebih terasa ketika asupan protein meningkat secara signifikan tanpa peningkatan asupan cairan yang sepadan.
Ini tidak berarti setiap orang yang mengonsumsi lebih banyak protein akan mengalami dehidrasi. Sebaliknya, lebih banyak protein dapat meningkatkan kebutuhan air untuk tubuh karena ginjal memproses dan membuang limbah yang mengandung nitrogen.
Ada baiknya juga memperhatikan dari mana protein kamu berasal. Daging, bubuk protein, kacang-kacangan, dan produk susu mengandung jumlah garam, serat, karbohidrat, dan air yang berbeda yang dapat memengaruhi seberapa haus yang kamu rasakan.
"Sumber protein dapat membuat perbedaan karena makanan juga mengandung berbagai jumlah garam, serat, karbohidrat, dan air," tambahnya.
Daging dan bubuk protein, terutama produk olahan atau yang diberi perasa, mungkin mengandung lebih banyak natrium, yang dapat meningkatkan rasa haus.
Sementara itu, kacang-kacangan, biji-bijian, dan produk susu menyediakan protein bersama dengan nutrisi lainnya dan dapat memengaruhi secara berbeda tergantung pada keseluruhan makanan dan asupan cairan.
"Tidak ada jumlah air tambahan yang pasti yang dibutuhkan hanya karena asupan protein telah meningkat. Saran praktisnya adalah “minum sesuai rasa haus dan jaga agar urine tetap berwarna kuning pucat," ujarnya.
Kebutuhan cairan kamu juga dapat meningkat saat berolahraga, berada di cuaca panas, atau berkeringat banyak.
Namun, orang dengan kondisi ginjal, jantung, atau kondisi medis lainnya sebaiknya mengikuti rekomendasi asupan cairan dari dokter, daripada mengubah asupan cairan berdasarkan saran umum.
Rasa haus yang sedikit lebih besar setelah mengubah pola makan atau mengonsumsi makanan asin mungkin hanya mencerminkan perubahan pola makan tersebut. Namun, rasa haus yang terus-menerus atau berlebihan tidak boleh secara otomatis dikaitkan dengan diet tinggi protein.
"Rasa haus ringan dan sementara setelah meningkatkan asupan protein atau mengonsumsi makanan asin bisa jadi hanya mencerminkan perubahan pola makan," ucap Dr. Agarwal.
Namun, rasa haus yang terus-menerus atau berlebihan disertai sering buang air kecil, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, kelelahan, atau penglihatan kabur memerlukan evaluasi medis.
"Gejala-gejala tersebut memerlukan evaluasi medis, khususnya untuk menyingkirkan kondisi seperti diabetes atau masalah metabolisme lainnya," tukas Dr. Agarwal.