JAKARTA, Cobisnis.com - Berapa kali kamu mencuci beras? Hal ini menimbulkan berbagai banyak pertanyaan terkait efek kesehatan saat mencuci beras. Apakah mencuci beras dua kali sudah cukup, atau apakah membilas berulang kali dapat menghilangkan nutrisinya?
Dijelaskan Dt Shalini Bliss, Kepala Dietetik di Rumah Sakit PSRI, mencuci beras dua atau tiga kali umumnya sudah cukup.
"Untuk sebagian besar beras kemasan, mencuci dua kali di bawah air mengalir bersih atau dengan air tawar umumnya cukup untuk menghilangkan debu, pati permukaan yang terlepas, dan kotoran kecil," katanya dilansir dari Indianexpress, Sabtu (05/09/2026).
Lantas, apakah mencuci beras lebih sering dapat menghilangkan arsenik?
Salah satu anggapan umum adalah bahwa mencuci atau membilas beras berulang kali dapat membantu menghilangkan zat-zat yang berpotensi berbahaya seperti arsenik. Namun, Dt Bliss mengatakan bahwa mencuci atau membilas berulang bukanlah cara yang efektif untuk mengatasi paparan arsenik.
"Penting juga untuk menyadari bahwa membilas bukanlah cara efektif untuk menghilangkan arsenik dari beras. Penelitian dan temuan FDA menunjukkan bahwa hal itu hanya memiliki efek minimal pada kadar arsenik," ungkapnya.
Ini berarti mencuci beras lima hingga tujuh kali saja mungkin tidak memberikan perlindungan tambahan yang diharapkan sebagian konsumen.
"Hanya ada sedikit bukti bahwa mencuci beras lima hingga tujuh kali memiliki manfaat kesehatan tambahan yang berarti dibandingkan dengan membilas secara menyeluruh dua atau tiga kali," tambah Dt Bliss.
Jadi, apakah pencucian yang berlebihan dapat memengaruhi nutrisi?
Meskipun pembilasan berulang mungkin tidak secara signifikan mengurangi arsenik, hal itu dapat memengaruhi beberapa nutrisi. Dt Bliss menunjukkan bahwa pembilasan yang berlebihan dapat menyebabkan hilangnya nutrisi tertentu yang larut dalam air.
"Ya. Pembilasan yang berlebihan dapat mengakibatkan hilangnya beberapa nutrisi yang larut dalam air, seperti zat besi, folat, tiamin, dan niasin, terutama pada beras yang dipoles atau direbus setengah matang," katanya.
Bagi merek yang terbiasa mencuci beras hingga airnya benar-benar jernih, hal ini bisa menjadi pertimbangan penting. Menurut Dt Bliss, penelitian menunjukkan bahwa membilas memiliki dampak pada arsenik tetapi dapat menghilangkan beberapa nutrisi dalam prosesnya.
"Sebaiknya membilas beras dua atau tiga kali, sampai airnya cukup jernih, bukan terus mencucinya sampai benar-benar transparan."
"Jika kamu khawatir tentang paparan arsenik, cara kamu memasak nasi dan jenis atau sumber beras jauh lebih penting daripada sekadar sering membilas," jelas Dt Bliss.
Teknik memasak tertentu juga dapat membantu mengurangi paparan arsenik.
"Metode memasak khusus dengan air berlebih dapat secara signifikan mengurangi arsenik sekaligus mempertahankan lebih banyak nutrisi," pungkasnya.