Berasal dari Indonesia, Buah Ini Pernah Bernilai Fantastis di Eropa

Oleh Desti Dwi Natasya pada 02 Jul 2026, 18:32 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Nanas merupakan salah satu buah tropis yang banyak tumbuh di Indonesia dan negara beriklim hangat lainnya. Namun, pada masa lalu buah ini pernah menjadi simbol kemewahan di Eropa karena harganya yang sangat tinggi.  

Pada abad ke-17 hingga ke-18, nanas menjadi komoditas langka di benua Eropa. Buah tersebut hanya bisa didatangkan dari wilayah tropis melalui perjalanan laut yang memakan waktu panjang dan biaya besar.  

Karena sulit diperoleh, nanas hanya dapat dinikmati oleh kalangan bangsawan dan orang-orang kaya. Bahkan, buah ini kerap dijadikan simbol status sosial dalam berbagai acara resmi maupun pesta mewah.  

Di Inggris, memiliki atau menyajikan nanas menjadi tanda kemakmuran seseorang. Dalam beberapa kesempatan, nanas bahkan disewakan sebagai pajangan di meja jamuan tanpa harus dikonsumsi karena nilainya yang sangat tinggi.  

Harga nanas yang mahal dipengaruhi oleh sulitnya proses budidaya di wilayah beriklim dingin. Pembangunan rumah kaca khusus untuk menanam nanas membutuhkan biaya besar sehingga hanya kalangan tertentu yang mampu melakukannya.  

Seiring berkembangnya teknologi pertanian dan transportasi, nanas mulai dibudidayakan secara lebih luas. Kondisi tersebut membuat harga buah ini semakin terjangkau dan tidak lagi menjadi barang eksklusif.  

Kini Indonesia menjadi salah satu negara penghasil nanas terbesar di dunia. Produksi yang melimpah membuat buah ini mudah ditemukan di pasar domestik maupun menjadi komoditas ekspor ke berbagai negara.  

Meski saat ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, sejarah nanas sebagai buah mewah masih menjadi kisah menarik. Perjalanan panjangnya dari buah tropis hingga simbol kemewahan di Eropa menunjukkan tingginya nilai komoditas tersebut pada masa lampau.