JAKARTA, Cobisnis.com – Semakin banyak keluarga Indonesia yang mulai merencanakan pendidikan anak di luar negeri sebagai bagian dari investasi masa depan. Namun, meningkatnya biaya pendidikan global membuat orang tua perlu menyusun perencanaan keuangan yang matang sejak dini.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, biaya pendidikan di Indonesia terus mengalami kenaikan dalam satu dekade terakhir. Khusus jenjang perguruan tinggi, peningkatannya bahkan mencapai 282 persen sehingga kebutuhan dana pendidikan semakin besar dari tahun ke tahun.
Tantangan akan semakin besar bagi keluarga yang menargetkan pendidikan internasional. Laporan OECD 2026 mencatat mahasiswa internasional di sejumlah negara tujuan membayar biaya kuliah rata-rata lebih dari dua kali lipat dibandingkan mahasiswa domestik.
Sebagai ilustrasi, pasangan Dino dan Sarah yang ingin menyekolahkan anaknya ke Amerika Serikat memperkirakan biaya kuliah saat ini mencapai sekitar USD50.000 atau setara Rp900 juta per tahun. Dengan asumsi inflasi pendidikan 6 persen per tahun, kebutuhan tersebut diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari USD67.000 atau sekitar Rp1,2 miliar dalam lima tahun mendatang.
Jumlah tersebut bahkan dapat bertambah apabila nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Jika kurs mencapai Rp20.000 per dolar AS, kebutuhan biaya pendidikan diperkirakan bisa menembus sekitar Rp1,34 miliar per tahun.
Certified Financial Planner (CFP) Prudential Indonesia, Priskilla Fachruddin, menyarankan orang tua mulai merencanakan dana pendidikan sedini mungkin. Diversifikasi aset dan investasi dinilai penting agar nilai dana yang dipersiapkan mampu mengikuti kenaikan biaya pendidikan di masa depan.
Selain biaya kuliah, keluarga juga perlu memperhitungkan kebutuhan lain seperti biaya hidup, akomodasi, transportasi, asuransi, hingga pengaruh inflasi pendidikan dan perubahan nilai tukar. Peninjauan rencana keuangan secara berkala juga diperlukan agar target pendidikan tetap sesuai dengan kondisi ekonomi.
Prudential Indonesia menilai perlindungan finansial juga menjadi bagian penting dalam perencanaan pendidikan jangka panjang. Dengan strategi keuangan yang tepat, diversifikasi aset, dan proteksi yang memadai, keluarga dapat lebih siap mewujudkan impian menyekolahkan anak ke luar negeri di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.