JAKARTA, Cobisnis.com – Birdwatching atau kegiatan mengamati burung semakin diminati Generasi Z. Aktivitas yang dulu identik dengan kalangan tertentu kini berubah menjadi hobi yang menarik bagi anak muda.
Salah satu penggemar birdwatching adalah Lira Valencia. Perempuan berusia 30 tahun itu mengaku rela mengubah rencana hariannya hanya untuk melihat burung kingfisher yang melintas di kawasan favoritnya di London Selatan.
Namun, kecintaannya terhadap burung bermula dari situasi yang tidak biasa. Setelah lulus kuliah saat pandemi, Valencia kesulitan mencari pekerjaan sesuai bidangnya.
Karena itu, ia melamar pekerjaan di sebuah organisasi pelestarian burung di Malta. Padahal, pengalaman mengamati burung yang dimilikinya saat itu sangat terbatas.
Valencia mengaku hanya terbiasa melihat burung merpati di London. Setelah itu, ia membeli teropong bekas, berlatih di taman sekitar rumah, dan melebihkan pengalamannya saat melamar pekerjaan.
Keputusan tersebut membawanya bekerja di bidang konservasi burung. Selain itu, pengalaman itu mengubah pandangannya terhadap birdwatching.
"Saat berusia awal 20-an, saya pasti akan tertawa jika ada yang mengatakan saya akan menjadi pengamat burung," ujar Valencia.
Sementara itu, birdwatching kini berkembang menjadi tren di kalangan Gen Z. Media sosial, meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan, serta keinginan menikmati alam menjadi beberapa faktor yang mendorong popularitas hobi tersebut.
Di sisi lain, banyak anak muda menganggap birdwatching sebagai aktivitas yang menenangkan. Selain dapat mengurangi stres, hobi ini juga membantu mereka lebih dekat dengan alam dan satwa liar.