JAKARTA, Cobisnis.com – Kecerdasan buatan atau AI terus mengubah dunia kerja. Namun, teknologi tersebut tidak mengambil semua jenis pekerjaan.
Sejumlah bisnis kreatif justru berkembang di berbagai kota Amerika Serikat. Mereka memanfaatkan perubahan pola belanja masyarakat. Salah satunya muncul dari bekas toko suku cadang mobil di Minnesota. Ada pula bisnis yang beroperasi dari garasi dua mobil di Los Angeles.
Sementara itu, Seattle dan Concord, New Hampshire, juga menjadi lokasi berkembangnya usaha kreatif. Bisnis tersebut hadir dengan konsep yang dekat dengan komunitas.
Usaha kain baru juga ikut memanfaatkan peluang tersebut. Mereka mengandalkan kreativitas dan interaksi langsung dengan pelanggan. Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu pendorong utama. Masyarakat kini lebih sering mengalokasikan uang untuk kesenangan kecil.
Setelah bertahun-tahun menghadapi inflasi tinggi, banyak konsumen mulai menghindari pembelian besar. Harga mobil dan rumah membuat sebagian pembeli menunda keputusan tersebut.
Karena itu, pengeluaran untuk barang dan aktivitas kecil menjadi semakin menarik. Konsumen tetap ingin menikmati sesuatu tanpa mengeluarkan biaya besar.
Tren tersebut juga mendapat dukungan dari generasi muda. Mereka semakin tertarik pada berbagai aktivitas yang sebelumnya identik dengan hobi generasi lebih tua. Fenomena ini sering disebut sebagai “grandma hobbies”. Merajut, menjahit, membuat kerajinan, dan aktivitas analog kembali mendapat perhatian.
Di sisi lain, perkembangan AI membuat aktivitas tatap muka terasa semakin bernilai. Konsumen mencari pengalaman yang tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi digital.
Selain itu, berbagai acara langsung membantu bisnis kecil membangun komunitas. Interaksi tersebut juga membuka peluang penjualan yang lebih kuat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa AI tidak otomatis menghapus seluruh peluang kerja. Sebaliknya, kebutuhan manusia terhadap kreativitas dan pengalaman langsung tetap menciptakan ruang baru.
Namun, pelaku usaha harus memahami perubahan perilaku konsumen. Mereka perlu menawarkan produk dan pengalaman yang memiliki nilai personal.
Dengan demikian, perkembangan AI berjalan bersamaan dengan kebangkitan sejumlah bisnis berbasis kreativitas. Toko hobi, musik, kerajinan, dan usaha komunitas menjadi contohnya.