Blue Fire Muncul di Papandayan, Warga Diminta Waspada

Oleh Hidayat Taufik pada 28 Sep 2026, 09:12 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com  - Fenomena blue fire atau api biru yang sempat terlihat di Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, mendapat perhatian Badan Geologi. Fenomena tersebut dinilai memiliki sejumlah potensi bahaya yang perlu diwaspadai.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan munculnya blue fire berkaitan dengan aktivitas panas vulkanik yang sangat tinggi. Kondisi itu dapat menyebabkan material di permukaan terbakar.

Selain menghasilkan nyala api, aktivitas tersebut juga berpotensi memicu keluarnya gas vulkanik beracun. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan risiko saat berada di sekitar kawah Gunung Papandayan.

"Potensi bahaya yang dapat terjadi dengan kemunculan sinar api/blue-fire ini adalah semburan dan paparan gas vulkanik beracun/di atas ambang batas," ujar Kepala Badan Geologi, Lana Saria,  dikutip dari berbagai sumber, Senin (28/9/26).

Sebagai langkah pencegahan, Badan Geologi meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas maupun bermalam di kawasan bukaan kawah aktif. Area tersebut berada di dalam kompleks Gunung Papandayan.

Beberapa lokasi yang masuk dalam kawasan larangan antara lain Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk/Balagadam. Masyarakat juga diminta menjauh hingga radius 500 meter, khususnya ketika kondisi cuaca mendung atau hujan.

Risiko paparan gas beracun juga perlu menjadi perhatian. Konsentrasi gas tersebut dapat mengalami peningkatan secara tiba-tiba sehingga masyarakat harus tetap waspada.

"Mewaspadai terjadinya letusan yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas. Dan mewaspadai potensi longsor di dinding kawah kompleks Gunung Papandayan," ucapnya.

Sementara itu, hasil pengamatan sampai Sabtu (26/9) menunjukkan nyala api yang sebelumnya terlihat di Kawah Manuk sudah tidak muncul kembali.

Walaupun demikian, PVMBG masih melaksanakan pemantauan Gunung Papandayan selama 24 jam. Pemantauan dilakukan untuk mengamati setiap perubahan aktivitas vulkanik.

"Tingkat aktivitas Gunung Papandayan akan dievaluasi secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan," katanya.