Iran Pilih Diplomasi Hadapi Pembatasan Wilayah Udara

Oleh Desti Dwi Natasya pada 27 Sep 2026, 12:49 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran membantah kabar yang menyebut Teheran berencana melakukan aksi militer sebagai respons terhadap pembatasan wilayah udara yang diberlakukan sejumlah negara. 

Bantahan tersebut disampaikan setelah pernyataan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei sebelumnya memicu spekulasi mengenai kemungkinan respons terhadap negara-negara yang membatasi akses penerbangan Iran.

Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menjelaskan bahwa pernyataan Rezaei telah ditafsirkan secara keliru dan menegaskan bahwa pemerintah masih mengutamakan jalur diplomasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

“Negosiasi dengan negara-negara terkait untuk mencabut pembatasan wilayah udara yang diberlakukan secara ilegal sedang dilakukan secara serius,” demikian pernyataan Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (27/9/2026).

Meski menempuh jalur diplomasi, Iran menyatakan memiliki sejumlah opsi nonmiliter yang dapat diterapkan terhadap bandara tertentu apabila situasi berkembang lebih jauh.

Pernyataan tersebut muncul setelah Rezaei pada 23 September memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam membatasi penerbangan maskapai Iran. 

Rezaei sebelumnya mengatakan bahwa apabila negara-negara tetangga menghentikan penerbangan Iran, bandara di negara tersebut juga dapat menghadapi gangguan, sehingga pernyataan itu kemudian memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan tindakan militer. 

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kini menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak berarti Teheran sedang menyiapkan pembalasan militer terhadap negara-negara yang memberlakukan pembatasan.

Persoalan ini berlangsung setelah Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap sektor penerbangan Iran, sementara sejumlah negara kawasan membatasi atau menghentikan layanan bagi maskapai Iran. 

Pembatasan tersebut telah berdampak pada sejumlah rute penerbangan Iran, termasuk layanan menuju beberapa negara di kawasan, sementara Tehran terus berupaya mempertahankan akses penerbangan melalui jalur diplomatik.