BMKG: Indonesia Kini Alami El Nino Kuat, Pemerintah Siaga Hadapi Dampaknya

Oleh Hidayat Taufik pada 29 Jul 2026, 10:15 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa Indonesia kini berada dalam fase El Nino kuat. Fenomena tersebut diperkirakan meningkatkan potensi kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

Pernyataan itu disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, setelah menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (28/7/2026) malam.

Faisal menjelaskan, El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di kawasan Samudra Pasifik mengalami kenaikan lebih dari 0,5 derajat Celsius. Peningkatan suhu tersebut menjadi indikator bahwa Indonesia telah memasuki periode El Nino dengan intensitas yang tergolong kuat.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG memfokuskan upaya pada pengamanan cadangan air melalui pemanfaatan waduk serta pelaksanaan modifikasi cuaca. Strategi tersebut juga ditujukan untuk menekan risiko munculnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Adapun enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kawasan tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana karhutla saat El Nino berlangsung.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Menurutnya, dampak El Nino tidak hanya berisiko memicu krisis air bersih dan kebakaran hutan, tetapi juga dapat memengaruhi ketahanan pangan serta aktivitas ekonomi nasional.