BNIdirect Perkuat Pengelolaan Keuangan UMKM, Pengguna Capai 280 Ribu

Oleh Rizki Meirino pada 11 Aug 2026, 11:08 WIB

BNIdirect

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat BNIdirect sebagai solusi layanan keuangan digital terintegrasi untuk mendukung pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dalam mengelola aktivitas keuangan bisnis.

Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna BNIdirect telah mencapai 280 ribu. Pada periode yang sama, volume transaksi BNIdirect tumbuh 17 persen secara tahunan menjadi Rp6.039 triliun.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan penguatan transformasi digital BNI di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Bagi BNI, digitalisasi tidak hanya berperan dalam mempercepat transaksi, tetapi juga membantu pelaku usaha membangun proses keuangan yang lebih efisien, terukur, dan terkontrol seiring perkembangan bisnis.

Pertumbuhan usaha sendiri tidak hanya ditandai dengan meningkatnya penjualan maupun jumlah pelanggan. Ketika skala bisnis semakin besar, pelaku usaha juga membutuhkan pengelolaan keuangan yang lebih tertib, mulai dari mengatur pembayaran dan penerimaan, memantau arus dana, hingga memastikan transaksi melalui proses pemeriksaan yang memadai.

Kebutuhan tersebut semakin penting bagi UMKM yang tengah memperluas pasar, menambah mitra usaha, atau meningkatkan kapasitas operasional. Sistem pengelolaan keuangan yang memadai dapat membantu mengurangi kompleksitas administrasi, memantau arus dana, serta menjaga kontrol terhadap berbagai transaksi bisnis.

Pengelolaan Keuangan yang Tumbuh Bersama Bisnis

BNI menghadirkan BNIdirect bisnis untuk mendukung berbagai kebutuhan keuangan UMKM, mulai dari transfer dana, pembayaran massal, hingga manajemen rekening secara daring. Layanan tersebut memungkinkan pelaku usaha mengurangi proses manual dan menjalankan aktivitas transaksi melalui satu platform.

Bagi UMKM, digitalisasi pengelolaan keuangan juga menjadi bagian dari upaya membangun bisnis yang lebih profesional. Seiring aktivitas usaha yang semakin kompleks, pelaku usaha membutuhkan pencatatan transaksi yang lebih tertib, pemantauan dana yang lebih mudah, serta mekanisme pengelolaan kewenangan yang sesuai dengan perkembangan organisasi.

Selain BNIdirect bisnis, BNI menyediakan BNIdirect cash bagi nasabah institusi, perusahaan, instansi, dan yayasan dengan volume serta kompleksitas transaksi yang lebih tinggi.

BNIdirect cash dapat digunakan oleh beberapa pengguna atau secara multi-user. Dengan mekanisme tersebut, perusahaan dapat membagi kewenangan dalam setiap tahapan transaksi.

Dalam prosesnya, Maker bertugas membuat atau memasukkan transaksi pembayaran. Transaksi kemudian diperiksa dan divalidasi oleh Approver sebelum diteruskan oleh Releaser kepada bank untuk diproses.

BNI juga terus mengembangkan BNIdirect bisnis untuk mendukung mekanisme multi-user dengan pembagian peran Maker, Approver, dan Releaser. Pengembangan tersebut diharapkan dapat membantu UMKM membangun kontrol transaksi yang semakin kuat seiring bertambahnya skala dan kompleksitas usaha.

Integrasi Digital dan Jaringan untuk Optimalkan Potensi Daerah

Penguatan solusi digital melalui BNIdirect juga dilengkapi dengan optimalisasi jaringan BNI melalui implementasi BRAVE atau Branch, Region & Area Value Empowerment yang kini telah diterapkan di seluruh wilayah operasional.

Program tersebut memperkuat fungsi kantor cabang sebagai pusat aktivitas penjualan, meningkatkan produktivitas jaringan, sekaligus mengoptimalkan potensi bisnis di setiap daerah.

Melalui BRAVE, kantor cabang didorong untuk semakin aktif memahami karakteristik ekonomi lokal, menggali peluang usaha, serta membangun ekosistem bisnis yang dapat mempertemukan kebutuhan UMKM dengan potensi pasar di wilayah masing-masing.

Kapabilitas jaringan tersebut kemudian diperkuat dengan solusi digital BNI untuk membantu nasabah mengelola transaksi dan aktivitas keuangan seiring perkembangan usaha.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menuturkan, transformasi digital dan implementasi BRAVE merupakan bagian dari strategi jangka panjang BNI untuk membangun organisasi yang semakin lincah, memperkuat kapabilitas bisnis, serta menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

"Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis. Integrasi antara kapabilitas jaringan dan solusi digital diharapkan dapat mempercepat akuisisi, memperluas transaksi, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah," ujar Putrama.

Implementasi BRAVE dan penguatan BNIdirect dijalankan sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia.

Sinergi antara jaringan yang semakin produktif dan kapabilitas digital yang terus berkembang menjadi bagian dari upaya BNI dalam mendukung UMKM naik kelas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Melalui strategi tersebut, BNI optimistis dapat terus meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah dan para pemangku kepentingan.