PT DPM Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lewat Pelatihan Pertukangan dan UMKM

Oleh Rizki Meirino pada 10 Aug 2026, 17:00 WIB

PT DPM dorong kemandirian ekonomi masyarakat

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) kembali mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Dua pelatihan digelar, yakni pertukangan kayu serta pembuatan keripik dan aneka kue basah bagi kelompok perempuan.

Program tersebut disusun berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat atau needs assessment yang dilakukan tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT DPM. Pendekatan ini bertujuan memastikan pelatihan sesuai dengan potensi ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Pelatihan pertukangan kayu berlangsung pada 23 Juli 2026 dengan melibatkan 12 peserta dari Desa Tungtung Batu, Polling Anak-Anak, Longkotan, dan Bongkaras. Peserta yang mayoritas telah memiliki keterampilan dasar pertukangan mendapat pembekalan teknis serta wawasan mengenai peluang pengembangan usaha.

Sementara itu, pelatihan pembuatan keripik dan kue basah digelar pada 27–28 Juli 2026 dan diikuti sekitar 26 kelompok perempuan dari desa sekitar. PT DPM menggandeng fasilitator mitra Disperindagkop Kabupaten Dairi untuk memberikan keterampilan membuat keripik singkong, keripik pisang, kue tart, brownies, dan bolu tape.

Dalam pelatihan pertukangan, peserta mempelajari penggunaan alat manual maupun elektrik, jenis kayu, hingga teknik dasar membuat berbagai produk seperti kursi, meja, lemari, kusen, kanopi, dan kerajinan. PT DPM juga menggandeng Toko Furnitur Dalihan Natolu di Parongil atau PT Karya Total Mandiri dengan Pak Dayan sebagai fasilitator.

Tidak hanya keterampilan produksi, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran, analisis prospek pasar, dan tata kelola usaha. Chief Legal and External Relations PT DPM Radianto Arifin mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru dan menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga.

Peserta turut memberikan apresiasi terhadap program pemberdayaan tersebut karena memperoleh pengetahuan yang dapat langsung diterapkan. “Sebelumnya kami hanya mengandalkan keterampilan dasar, namun melalui pelatihan ini kami mendapat banyak ilmu baru,” ujar Sahmin Bako, peserta pelatihan pertukangan asal Dusun Sopokomil.

Melalui rangkaian pelatihan tersebut, PT DPM berharap keterampilan masyarakat semakin berkembang dan mampu menghasilkan produk bernilai tambah serta berdaya saing. Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat ekonomi warga lingkar tambang melalui usaha yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan.