BNPB Uji Cara Tak Biasa Redakan Kabut Asap, 1,6 Ton Dry Ice Disebar

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 15 Oct 2026, 08:41 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan dry ice untuk mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan. Penerbangan pertama penyemaian dilakukan pada Kamis (15/10/2026).

Dalam operasi awal, BNPB mengerahkan pesawat Cessna Caravan dengan registrasi PK-SNP. Dua sorti penerbangan dilakukan dengan membawa total 1.600 kilogram bahan semai.

Setiap penerbangan membawa 800 kilogram dry ice dan melakukan penyemaian pada ketinggian sekitar 4.500 kaki. Pesawat berangkat dari Bandar Udara Raden Inten II di Lampung.

Penyemaian difokuskan di sekitar ring satu Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi gangguan asap terhadap mobilitas penerbangan di wilayah Sumatra Selatan.

Metode dry ice digunakan untuk membantu mengurangi konsentrasi asap yang terperangkap di atmosfer. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika lapisan inversi membuat atmosfer relatif stabil sehingga asap sulit bergerak naik.

Penyemaian dilakukan untuk membantu melabilkan atmosfer agar asap dapat bergerak naik dan menyebar. Dengan demikian, konsentrasi asap di suatu wilayah diharapkan berkurang dan jarak pandang meningkat.

Berbeda dengan natrium klorida atau NaCl yang biasa digunakan dalam operasi modifikasi cuaca untuk memicu hujan, dry ice berbentuk butiran atau bubuk dengan ukuran sekitar tiga milimeter. Material tersebut memiliki suhu sekitar minus 75 derajat Celsius.

Metode ini juga tidak bergantung pada ketersediaan awan hujan. Hal tersebut menjadi salah satu karakteristik yang membedakan penyemaian dry ice dari operasi modifikasi cuaca yang ditujukan untuk menghasilkan hujan.

Laporan sementara BNPB menunjukkan adanya peningkatan jarak pandang di sekitar wilayah penyemaian. Jarak pandang yang semula sekitar 650 meter dilaporkan meningkat menjadi 2.800 meter.

Uji coba operasi modifikasi cuaca menggunakan dry ice dijadwalkan berlangsung hingga 18 Oktober 2026. Setelah itu, BNPB akan melakukan evaluasi dan berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mempertimbangkan pengembangan metode tersebut di wilayah lain yang terdampak karhutla.