Bos MU Kritik Kondisi Ekonomi Inggris

Oleh Desti Dwi Natasya pada 19 Sep 2026, 18:38 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemilik saham mayoritas Manchester United sekaligus pendiri Ineos, Sir Jim Ratcliffe, mengkritik kondisi ekonomi Inggris yang menurutnya sedang mengalami kemunduran. 

Miliarder dengan kekayaan sekitar 15 miliar poundsterling itu mengaku kehilangan kepercayaan terhadap negaranya sendiri dan menilai tingginya beban pajak serta lonjakan imigrasi turut memengaruhi kondisi bisnis Inggris. 

“Di Amerika, mereka memberi tepuk tangan kepada orang-orang yang menciptakan kekayaan. Sayangnya, Inggris saat ini agak iri terhadap kekayaan,” ujar Sir Jim yang dikutip dari BBC News pada Sabtu (19/9/2026). 

Sir Jim yang telah menjadi penduduk pajak Monako sejak 2020 mengatakan dirinya baru bersedia kembali menetap di Inggris apabila kondisi di negara tersebut membaik. 

Selain persoalan pajak, ia menyoroti kebijakan energi pemerintah Inggris, khususnya keputusan menghentikan investasi minyak dan gas di Laut Utara. 

“Anda mungkin mengharapkan (pemerintah) untuk mengeksploitasi sumber daya alam kita dan jelas kita tidak melakukan itu. Kita justru menghentikannya,” kata Sir Jim. 

Ia juga menilai tarif pajak yang tinggi dapat mendorong para pengusaha meninggalkan Inggris dan memilih tinggal di negara lain. 

“Jika Anda mengenakan pajak yang sangat tinggi kepada semua orang, mereka semua akan pergi. Dan itulah yang sedang terjadi,” tuturnya. 

Sir Jim turut memperingatkan potensi masalah pasokan gas jika Inggris menghadapi cuaca ekstrem pada musim dingin mendatang karena kapasitas penyimpanan yang menurutnya belum penuh. 

“Jika terjadi gelombang dingin yang sangat tajam, maka ada kemungkinan kita akan kehabisan gas dan harus mematikan industri. Kapasitas penyimpanan kita tidak penuh,” ungkapnya. 

Pemerintah Inggris membantah kekhawatiran tersebut dengan menegaskan komitmen terhadap investasi dan menyatakan pasokan energi nasional berada dalam kondisi aman. 

“Kami memiliki bauran energi yang beragam dan yakin akan keamanan pasokan kami,” tegas juru bicara pemerintah Inggris.