JAKARTA, Cobisnis.com - Pengusaha Boy Thohir menilai kepercayaan investor tidak cukup dibangun melalui janji. Perusahaan harus membuktikannya melalui kinerja yang sesuai dengan komitmen yang telah disampaikan.
Hal tersebut disampaikan Boy saat membahas prinsip bisnis dan pasar modal dalam wawancara bersama Leon Hartono. Menurutnya, kepercayaan dari mitra bisnis, perbankan, hingga investor publik perlu dijaga secara konsisten.“Gimana saya bisa dipercaya sama partner, sama perbankan, sama public investors. Ya, saya harus perform, saya harus jaga kepercayaan itu,” ujar Boy, dikutip dari kanal YouTube Leon Hartono, Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan, menjaga kepercayaan berarti perusahaan harus mampu memenuhi target dan janji yang telah disampaikan. Komitmen tersebut tidak seharusnya berubah begitu saja ketika perusahaan menjalankan bisnisnya.
Boy kemudian memberikan contoh sederhana mengenai pentingnya konsistensi dalam memenuhi target keuntungan. Ia menekankan bahwa kepercayaan akan lebih mudah terjaga ketika perusahaan mampu menunjukkan hasil sesuai ekspektasi.
Menurut Boy, kepercayaan juga berpengaruh terhadap keputusan seseorang untuk menanamkan modal. Ketika perusahaan mampu menunjukkan kinerja yang baik, peluang untuk kembali mendapatkan dukungan investasi pun semakin terbuka.
Ia menjelaskan, prinsip tersebut berlaku bukan hanya bagi perusahaan besar yang melantai di bursa. Usaha kecil seperti restoran, toko pakaian, maupun toko roti juga membutuhkan kepercayaan dari mitra yang ikut menanamkan modal.
Dalam bisnis, hubungan baik saja tidak cukup untuk mempertahankan kepercayaan dalam jangka panjang. Perusahaan tetap perlu menunjukkan bahwa modal yang dipercayakan kepadanya dikelola dengan baik dan menghasilkan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan.
Boy juga menyoroti pentingnya fundamental perusahaan dalam konteks pasar modal. Arus kas, laba bersih, imbal hasil dividen, serta prospek bisnis menjadi sejumlah aspek yang ia sebut perlu diperhatikan.
Bagi investor, kinerja perusahaan menjadi salah satu pertimbangan dalam menilai prospek investasi. Karena itu, menjaga kepercayaan bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga tentang kemampuan perusahaan membuktikan komitmennya melalui hasil nyata.