BSI Tuntaskan Transformasi Teknologi, Siap Percepat Bisnis Digital

Oleh Rizki Meirino pada 01 Jul 2026, 19:25 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) berhasil menuntaskan transformasi sistem Information Technology (IT) sebagai fondasi percepatan bisnis dan penguatan layanan digital. Langkah ini menjadi bagian dari agenda strategis perseroan selama satu tahun terakhir dengan dukungan dan supervisi aktif dari Danantara.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan transformasi teknologi merupakan kebutuhan strategis di tengah pesatnya digitalisasi industri keuangan dan pertumbuhan bisnis perusahaan. “Sekarang BSI berdampingan dengan bank besar karena sudah masuk lima besar bank di Indonesia. Ekspektasi nasabah adalah layanan dan sistem harus sama dengan bank besar,” ujarnya.

Menurut Anggoro, transformasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya BSI mewujudkan visi sebagai Top 5 Global Islamic Bank. Selain itu, perseroan menargetkan memiliki 40 juta nasabah pada 2030 melalui penguatan layanan dan inovasi digital.

Selama proses transformasi, Danantara berperan memberikan arahan strategis, supervisi, serta memastikan implementasi berjalan sesuai prinsip tata kelola dan manajemen risiko. Seluruh tahapan dipersiapkan secara matang agar migrasi sistem berlangsung aman, terkendali, dan transparan.

Salah satu proyek terbesar dalam transformasi ini adalah migrasi core banking dari R10 ke R24 yang rampung pada pertengahan Mei 2026. Proyek tersebut melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi dan dilakukan secara bertahap melalui berbagai tahapan rehearsal dengan pengawasan OJK serta Danantara.

Transformasi teknologi ini meningkatkan efisiensi operasional hingga sekitar 80 persen sekaligus mempercepat proses Close of Business (COB). Selain itu, kapasitas sistem kini jauh lebih besar dengan tingkat availability seluruh kanal mencapai 99,99 persen sehingga mendukung inovasi layanan digital ke depan.

BSI juga terus memperkuat ekosistem digital melalui aplikasi BYOND by BSI untuk segmen ritel dan BEWIZE by BSI bagi nasabah institusi maupun wholesale. Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi yang melampaui Rp450 triliun.

Transformasi teknologi tersebut turut tercermin pada kinerja keuangan perseroan yang tetap solid hingga Mei 2026. BSI membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan, dengan total aset mencapai Rp444 triliun, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp372 triliun, serta pembiayaan Rp335 triliun yang tetap terjaga kualitasnya.