Bukan Kaleng-kaleng, Cadangan Gas di Cekungan Kutai Tembus 7 TCF dan 375 Juta Barel Kondensat

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 21 May 2026, 15:06 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia baru saja mencatat temuan energi besar yang berpotensi mengubah peta industri migas nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penemuan cadangan gas raksasa bernama Geliga di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, dengan skala yang disebut kelas dunia.

Sumur Geliga-1 tercatat memiliki potensi sumber daya gas sekitar 5 TCF (trillion cubic feet), ditambah kondensat sekitar 300 juta barel oil equivalent. Di sisi lain, lapangan gas Gula yang sudah lebih dulu dikenal menyumbang tambahan 2 TCF gas dan 75 juta BOE kondensat.

Jika kedua lapangan tersebut digabungkan, total potensinya mencapai sekitar 7 TCF gas dan 375 juta barel oil equivalent kondensat. Data ini disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM dalam rapat bersama Komisi XII DPR pada 21 Mei 2026.

Dari sisi pengembangan, gabungan kedua lapangan ini diproyeksikan mampu menghasilkan produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 BOPD kondensat. Angka tersebut menjadikannya salah satu proyek migas paling signifikan dalam sejarah energi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah menilai temuan ini bukan hanya soal eksplorasi, tetapi juga menyangkut ketahanan energi nasional. Ketersediaan gas dalam jumlah besar dinilai penting untuk menjaga pasokan bagi industri, pembangkit listrik, hingga kebutuhan rumah tangga.

Cekungan Kutai sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu wilayah migas paling produktif di Asia Tenggara. Temuan Geliga memperkuat posisi kawasan ini sebagai sumber energi strategis yang belum sepenuhnya tergarap optimal.

Ke depan, pemerintah akan mengawal pengembangan proyek ini mulai dari tahap perencanaan hingga produksi. Keterlibatan investor, kepastian regulasi, serta koordinasi lintas kementerian menjadi kunci agar potensi besar ini benar-benar bisa terealisasi.