Bulog Genjot Distribusi Beras SPHP, 240.000 Ton Tersalur dan Harga Dijamin Sesuai Aturan

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 19 May 2026, 07:35 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Perum Bulog menyatakan telah menyalurkan 240.000 ton beras SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan ke berbagai daerah di Indonesia. Data tersebut disampaikan Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, per Senin (18/5/2026).

Beras SPHP merupakan program pemerintah untuk menjaga harga beras tetap stabil di tingkat konsumen. Penyalurannya dilakukan melalui pasar rakyat, Rumah Pangan Kita, koperasi, hingga program Gerakan Pangan Murah di berbagai wilayah.

Menurut Rizal, distribusi terus dioptimalkan agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan cadangan pangan pemerintah bisa dimanfaatkan secara maksimal. Langkah ini juga menjadi upaya menjaga ketersediaan pangan di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.

Dalam proses distribusinya, Bulog bekerja sama dengan Satgas Pangan Polri, pemerintah daerah, distributor, dan pelaku usaha. Pengawasan dilakukan agar beras SPHP benar-benar sampai ke masyarakat dengan harga sesuai aturan.

Pemerintah sendiri menetapkan harga beras SPHP berdasarkan zonasi wilayah. Untuk Zona 1 yang meliputi Jawa, Bali, NTB, Lampung, Sumatera Selatan, dan Sulawesi, Harga Eceran Tertinggi atau HET ditetapkan Rp12.500 per kilogram.

Sementara Zona 2 yang mencakup sebagian Sumatera, Kalimantan, dan NTT memiliki HET Rp13.100 per kilogram. Adapun Zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram karena biaya distribusi yang lebih tinggi.

Perum Bulog memastikan harga beras SPHP di lapangan tidak melebihi batas yang sudah ditentukan. Pemerintah juga menegaskan pengawasan akan terus diperketat untuk mencegah permainan harga di tengah kondisi pangan global yang masih fluktuatif.