Harga Barang Diperkirakan Naik pada 2026, BI Soroti Kenaikan Bahan Baku

Oleh Hidayat Taufik pada 18 May 2026, 12:53 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Indonesia memprediksi tekanan inflasi akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Kenaikan harga diperkirakan terjadi pada Juni hingga September 2026.

BI menilai kenaikan biaya bahan baku menjadi penyebab utama. Karena itu, harga barang di pasar berpotensi ikut meningkat.

Dalam Survei Penjualan Eceran (SPE) Maret 2026, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni 2026 mencapai 175,6. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 157,4.

Selain itu, BI juga memperkirakan tekanan harga masih berlanjut hingga September 2026. IEH pada periode tersebut diproyeksikan mencapai 163,2.

Sebelumnya, indeks untuk Agustus 2026 tercatat sebesar 157,2. Kenaikan ini menunjukkan ekspektasi inflasi masih cukup tinggi.

Di sisi lain, penjualan eceran justru diprediksi melambat. BI memperkirakan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Juni 2026 turun menjadi 136,8.

Sementara itu, pada Mei 2026, IEP masih berada di angka 147,2. Penurunan tersebut dipengaruhi aktivitas belanja masyarakat yang mulai berkurang.

Musim ujian sekolah turut memengaruhi pola pengeluaran rumah tangga pada Juni. Karena itu, masyarakat cenderung lebih fokus pada kebutuhan pendidikan.

Selain itu, aktivitas masyarakat diperkirakan kembali normal pada September 2026. Kondisi tersebut terjadi setelah berbagai agenda besar dan masa cuti bersama berakhir.

Meski begitu, penjualan ritel pada Maret 2026 masih mencatat pertumbuhan positif. Indeks Penjualan Riil (IPR) mencapai 256,7 atau tumbuh 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.