JAKARTA, Cobisnis.com - Kondisi kesehatan dapat berubah kapan saja, bahkan ketika seseorang merasa baik-baik saja. Penyakit kritis seperti jantung, kanker, atau gagal ginjal tidak hanya dapat mengubah rutinitas sehari-hari, tetapi juga membawa dampak finansial bagi keluarga.
Proses pengobatan yang panjang dan biaya perawatan yang tidak sedikit dapat menjadi tantangan, terutama ketika kebutuhan tersebut datang di luar perencanaan.
Momentum Hari Jantung Sedunia yang diperingati pada 29 September menjadi pengingat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia.
Selain berdampak pada kesehatan, penyakit jantung juga dapat membawa konsekuensi finansial. Menurut data BPJS Kesehatan, total biaya klaim Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sepanjang 2025 mencapai Rp191,33 triliun, dengan penyakit jantung mencatat biaya klaim tertinggi sebesar Rp17,35 triliun dari hampir 30 juta kasus.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa selain menjaga kesehatan, kesiapan menghadapi kebutuhan biaya kesehatan juga perlu menjadi bagian dari perencanaan keluarga.
Menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari, sekaligus dengan memperhatikan faktor risiko dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan penyakit kritis.
Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan sekaligus mempersiapkan biaya pengobatan sesuai kondisi finansial.
Pertama, menjaga pola makan dengan menerapkan panduan Isi Piringku yang disarankan Kementerian Kesehatan, yaitu setengah piring berisi sayur dan buah, serta setengah lainnya makanan pokok dan lauk-pauk.
Kedua, mengurangi paparan polusi. Saat kualitas udara buruk, intensitas atau durasi olahraga di luar ruangan dapat dikurangi. Aktivitas fisik tetap bisa dilakukan di dalam ruangan agar tubuh tetap aktif dengan paparan polusi yang lebih sedikit.
Ketiga, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dengan memantau tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Hasil pemeriksaan dapat membantu mengenali faktor risiko penyakit jantung lebih cepat dan menjadi pertimbangan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Keempat, mempersiapkan biaya kesehatan dengan mulai menyisihkan dana kesehatan secara bertahap sesuai kondisi finansial. Dengan begitu, kebutuhan kesehatan yang tidak terduga dapat diantisipasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga.
Persiapan menghadapi risiko kesehatan juga dapat dilakukan dengan memiliki proteksi asuransi yang sesuai kebutuhan. Perlindungan penyakit kritis dapat membantu memberikan dukungan finansial ketika seseorang menghadapi kondisi kesehatan yang ditanggung, sehingga kebutuhan selama masa pengobatan dapat dipersiapkan dengan lebih baik.
Bagi nasabah yang memiliki PAYDI (Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi), perlindungan asuransi dapat dilengkapi dengan pilihan Asuransi Tambahan (rider), termasuk perlindungan kesehatan, sesuai kebutuhan dan ketentuan polis.
PAYDI juga memiliki unsur investasi. Karena itu, nasabah perlu memahami tidak hanya manfaat perlindungannya, tetapi juga bagaimana kondisi polis dapat dipengaruhi oleh Nilai Tunai.
Dalam PAYDI, Nilai Tunai berkaitan dengan nilai unit yang terbentuk dari alokasi dana setelah memperhitungkan biaya-biaya sesuai ketentuan polis. Nilai tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah dari waktu ke waktu, antara lain dipengaruhi oleh kinerja investasi, Biaya Asuransi, Biaya Administrasi, serta transaksi tertentu seperti penarikan Nilai Tunai.
Karena itu, nasabah tidak cukup hanya mengetahui jumlah Nilai Tunai yang dimiliki, tetapi juga perlu memahami kondisi dan faktor yang dapat memengaruhinya.
Pemantauan tersebut penting karena Nilai Tunai turut berkaitan dengan keberlangsungan polis. Jika saldo yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi biaya-biaya yang berlaku, nasabah dapat perlu melakukan pembayaran premi lanjutan atau Top Up sesuai ketentuan polis.
Apabila kewajiban tersebut tidak terpenuhi, polis dapat menjadi tidak aktif (lapse), yang pada akhirnya dapat memengaruhi keberlangsungan manfaat perlindungan, termasuk rider yang melekat pada polis.
Karena itu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan nasabah untuk membantu menjaga kondisi polis, mulai dari membayar premi tepat waktu, memantau Nilai Tunai secara berkala, hingga memperbarui data dan informasi kontak.
Nasabah juga dapat berkonsultasi dengan tenaga pemasar apabila terdapat perubahan Nilai Tunai atau ketentuan polis yang belum dipahami, sehingga dapat mengetahui kondisi dan pilihan yang tersedia sesuai polisnya.
Chief Actuary Prudential Indonesia Vanessa mengatakan, persiapan menghadapi risiko kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menjaga kesehatan hingga memastikan kesiapan finansial dan perlindungan yang dimiliki.
“Dalam momentum Hari Jantung Sedunia, kita diingatkan untuk menjaga kesehatan jantung melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin. Namun, kita juga perlu mempersiapkan diri apabila risiko penyakit kritis terjadi, termasuk dengan menyiapkan kondisi finansial dan memiliki perlindungan. Bagi Nasabah yang telah memiliki perlindungan Asuransi Kesehatan, penting untuk memahami manfaat dan ketentuan Polis, termasuk kondisi Nilai Tunai serta informasi mengenai penyesuaian Biaya Asuransi. Dengan begitu, Nasabah dapat menyesuaikan perencanaan biaya dan perlindungan dengan kondisi saat ini serta menjaga Polis tetap aktif agar manfaat perlindungan, tetap dapat berjalan sesuai ketentuan Polis,” ujar Vanessa.
Dengan menjaga kesehatan, memahami perlindungan yang dimiliki, serta memantau kondisi polis agar tetap aktif dan optimal, nasabah dapat lebih siap menghadapi berbagai perubahan yang mungkin terjadi.
Langkah sederhana yang dilakukan sejak sekarang dapat membantu memastikan perlindungan tetap berjalan ketika dibutuhkan, sejalan dengan semangat “Janji, jadi nyata.”