CIMB Niaga Lambat di Kasus Pembobolan Rekening Batam

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 11 Mar 2026, 10:57 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Kasus hilangnya dana perusahaan Rp4,3 miliar dari rekening di PT Bank CIMB Niaga Tbk di Batam menyoroti lambatnya respons bank dalam menghadapi transaksi mencurigakan, sehingga sebagian besar dana berpindah sebelum ada tindakan.

Peristiwa terjadi pada 9 Februari 2026 sekitar pukul 16.39 WIB. Dana berpindah ke 12 rekening individu dalam waktu sekitar 40 menit, sementara sistem bank gagal menahan aliran dana abnormal.

Hanya Rp750 juta dari total Rp4,3 miliar yang berhasil diblokir dan dikembalikan. Sisanya sekitar Rp3,55 miliar sudah berpindah ke rekening lain sebelum ada intervensi dari bank.

Nasabah korban menekankan bahwa perusahaan biasanya tidak melakukan transaksi online dalam jumlah besar. Aktivitas seperti ini biasanya membutuhkan verifikasi tambahan, namun sistem bank tidak memberi perlindungan ekstra.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius tentang proaktif atau tidaknya bank dalam menangani transaksi yang mencurigakan, terutama di luar jam operasional.

Kasus ini kini tengah didalami oleh Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau. Polisi menelusuri aliran dana dan mengkaji bagaimana sistem bank bisa membiarkan dana berpindah begitu cepat.

Pihak CIMB Niaga menyampaikan keprihatinan dan menyatakan bekerja sama dengan pihak berwenang, tapi fakta bahwa Rp3,55 miliar sudah berpindah sebelum tindakan tetap menjadi catatan kelalaian.

Kejadian ini menjadi peringatan bahwa kecepatan dan ketegasan respons bank sangat penting, dan kegagalan CIMB Niaga dalam hal ini menimbulkan kerugian besar bagi nasabah.