Cuaca Panas Pecahkan Aktivitas di Paris, Menara Eiffel Tutup Lebih Cepat dan Tour de France Ubah Rute

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 12 Jul 2026, 13:42 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda Perancis memaksa sejumlah objek wisata ikonik di Paris menyesuaikan jam operasional. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko terhadap wisatawan dan petugas di tengah suhu yang terus meningkat.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah Menara Eiffel. Pengelola menutup kunjungan pada pukul 16.00 waktu setempat selama akhir pekan, lebih awal dari jadwal normal musim liburan ketika monumen yang dikunjungi sekitar tujuh juta wisatawan per tahun itu biasanya buka hingga lewat tengah malam.

Penyesuaian serupa dilakukan Museum Louvre dan Musee d'Orsay. Louvre menutup kunjungan pukul 16.00 hingga Senin, sedangkan Musee d'Orsay tetap beroperasi hingga pukul 17.00 sampai pertengahan pekan depan.

Cuaca ekstrem juga berdampak pada ajang Tour de France. Penyelenggara memangkas rute etape sejauh 30 kilometer demi menjaga keselamatan para pembalap yang harus berlomba di tengah suhu tinggi.

Pembalap Belgia, Tim Merlier, mengaku harus bertanding dalam suhu di atas 35 derajat Celsius selama sepekan terakhir. Menurutnya, menjaga ketersediaan air minum dan es menjadi tantangan terbesar selama perlombaan berlangsung.

Sementara itu, Badan Meteorologi Meteo France menetapkan 24 departemen yang dihuni sekitar 22,2 juta penduduk dalam status kewaspadaan maksimum. Sebanyak 59 departemen lainnya juga masih berada pada level siaga oranye karena gelombang panas diperkirakan terus berlanjut.

Menjelang Hari Bastille pada 14 Juli, sejumlah kota membatalkan pertunjukan kembang api karena meningkatnya risiko kebakaran hutan. Data pemerintah menunjukkan luas area yang terbakar tahun ini sudah mencapai dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sehingga Presiden Emmanuel Macron meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.