JAKARTA, Cobisnis.com – Chen Zhi, buronan paling dicari di Asia yang diduga menjadi dalang jaringan penipuan global, ditangkap di Kamboja dan diekstradisi ke China. Penangkapan ini dilakukan dalam operasi lintas negara yang melibatkan kerja sama aparat Kamboja dan China.
Chen selama ini dikenal sebagai taipan muda yang pernah dipuji sebagai simbol kebangkitan ekonomi Kamboja. Namun, di balik citra tersebut, ia didakwa Amerika Serikat atas tuduhan penipuan dan pencucian uang bernilai miliaran dolar AS.
Menurut laporan AFP, Chen diduga mengendalikan jaringan kerja paksa di Kamboja. Para pekerja disebut ditahan di kompleks tertutup dengan tembok tinggi dan kawat berduri, lalu dipaksa menjalankan operasi penipuan daring.
Otoritas Amerika Serikat menyebut Chen sebagai pendiri Prince Group, konglomerat multinasional yang diduga menjadi kedok salah satu organisasi kriminal transnasional terbesar di Asia. Sejak Oktober 2025, aset perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Chen mulai disita di berbagai negara.
Departemen Kehakiman AS mencatat sekitar 127.271 bitcoin disita dalam kasus ini. Nilai aset kripto tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp 184 triliun, menjadikannya salah satu penyitaan terbesar dalam sejarah.
Kementerian Dalam Negeri Kamboja mengonfirmasi penangkapan tiga warga negara China, termasuk Chen Zhi. Pemerintah Kamboja juga mencabut kewarganegaraan Chen melalui dekrit kerajaan pada Desember 2025.
Chen diduga menjalankan skema penipuan “pig butchering”, yaitu metode investasi kripto palsu yang membangun kepercayaan korban secara bertahap sebelum menguras dana mereka. Korban berasal dari berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Amerika.
Jaksa AS menyebut jaringan ini beroperasi sejak sekitar 2015 dan menjangkau lebih dari 30 negara. Modusnya menggunakan kedok bisnis properti, jasa keuangan, dan sektor konsumen yang tampak legal.
Kasus ini menyoroti seriusnya kejahatan siber lintas negara di Asia Tenggara. Wilayah seperti Kamboja dan Myanmar disebut menjadi pusat operasi scam dengan nilai ekonomi gelap mencapai miliaran dolar AS.
Penangkapan Chen Zhi dinilai sebagai langkah besar dalam upaya internasional memerangi kejahatan finansial global. Namun, para analis menilai pengungkapan jaringan sepenuhnya masih membutuhkan kerja sama hukum lintas negara yang panjang.