JAKARTA, Cobisnis.com — Perdebatan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI masih menjadi sorotan publik pada 2026. Selain itu, viralnya siswi SMAN 1 Pontianak ikut memicu diskusi lebih luas.
Momen tersebut membuka perhatian pada pengalaman emosional anak. Terutama saat mereka merasa usaha tidak dihargai oleh orang dewasa.
Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, menjelaskan kondisi ini bisa berdampak kuat. Apalagi, jika terjadi di ruang publik.
Selain itu, remaja sangat sensitif terhadap penilaian sosial. Karena itu, mereka mudah terpengaruh oleh respons lingkungan sekitar.
Ketika anak merasa tidak dihargai, mereka dapat mengalami berbagai emosi. Misalnya malu, sedih, marah, dan kecewa. Bahkan, mereka bisa merasa tidak berharga.
Namun demikian, pengalaman ketidakadilan sering terasa lebih berat daripada kegagalan biasa. Hal ini karena menyentuh rasa harga diri anak.
Sebaliknya, jika anak kalah karena kemampuan, mereka lebih mudah menerima. Mereka juga bisa belajar dari situasi tersebut.
Selain itu, rasa tidak adil dapat menimbulkan kebingungan dan kekecewaan mendalam. Bahkan, hal ini bisa menurunkan kepercayaan terhadap otoritas.
Vera juga menekankan pentingnya orang dewasa mendengarkan anak. Oleh karena itu, suara dan usaha anak perlu tetap dihargai.
Meskipun tidak semua keinginan harus dipenuhi, anak tetap perlu validasi. Dengan begitu, mereka merasa keberadaan mereka diakui.